Indahnya Halong Bay dan Fansifan Wisata Ikonik Vietnam
Vietnam itu bukan sekedar cerita wisata indah, namun ada cerita menginspirasi dari Halong Bay.
Libur panjang sepekan ini banyak digunakan sebagian wisatawan Eropa, Asia termasuk Indonesia mengunjungi Vietnam. Negara secara harfiah yang disebut Vietnam, yang artinya “Viet Selatan” menurut urutan kata bahasa Vietnam atau “Selatan Viet” menurut urutan kata bahasa Mandarin Klasik, adalah permata indah wisata Asia.
Vietnam pun memiliki keindahan dan satu destinasinya yang ikonik Halong Bay dan Teluk Halong. Kawasan wisata ini pun bahkan sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Halong Bay pun menawarkan wisata yang menawan. Dengan menikmati wisata perahu wisatawan bisa menjelajahu kawasan sekitar yang mempesona. Kalau pun ada kesempatan wisatawan bisa berenang sepuasnya, sembari juga menikmati sejumlah gua yang Halong Bay
“Vietnam itu bukan sekedar cerita wisata indah, namun ada cerita menginspirasi dari Halong Bay. Kita bisa menikmati pemandang batu kapur dan lebih dari 1.600 karst yang tinggi serta memukau. Ketika melihat kawasan ini wisatawan disuguhi birunya air yang sangat tenang. Hebatnya masyarakat disana sangat menjaga dan merawatnya dengan baik, a sense of belonging sangat tinggi sekali,” ungkap Hade Ranty Juma , salah satu wisatawan Indonesia kepada Tim Economic Travelling.Com yang menemani traveling ke Hanoi, Vietnam.

Perempuan cantik yang disapa Ka Ranti ini pun mengapresiasi negara ini mengajak masyarakatnya menjaga kebersihan dan keasrian Halong Bay agar ekosistem terus terlindungi. Satu pelajaran penting dia peroleh dalam perjalanan bersama pelaku wisata Indonesia lainnya, yang dilakukan secara mandiri dan perjalanan menggunakan kocek sendiri, di pertengahan Januari 2025 ini.
Hal yang menarik juga adalah bagaimana Vietnam memanjakan wisatawan dengan kemudahan dan moda transportasi air yang eksklusif. Salah satunya wisata naik Cruise Luxury menuju Halong Baik. Sembari menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, wisatawan juga disuguhi makan siang dengan buffet (prasmanan).
“Ini memang membuat wisatawan serasa berada di hotel dan naik kapal sendiri. Agak mirip dengan wisata Labuan Bajo, hanya beda kapal yang lebih lux dan kenyamanannya. Dengan Cruise Luxury ini kita bisa singgah Pulau Titop dan Goa Thien Cung (goa sorga) yang terkenal dengan keindahan batu-batu berkilauan yang tersegmentasi. Terakhir kita juga bisa merasakan sensasi bamboo boat, kayak dan kano disini,” tutur perempuan yang juga Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Barat.


Sisi lain yang tak terlupakan dalam menikmati wisata di Vietnam adalah Fansipan. Mengapa harus ke Fansipan, ada apa disana, begitu kira-kira yang ditanyakan sejumlah wisatawan kepada Tour Guide yang menemani perjalanan mereka saat berada di negara “Naga Biru”, Vietnam.
“Konon ini adalah destinasi wisata Hidden Gem di Utara Vietnam.Mengapa demikian ? Karena ini adalah tempat wisata yang istimewa, indah, dan berharga, atau kerennya “permata tersembunyi”,” ujar Agus Pahlevi, Ketua Umum ASPPI, yang bertolak secara mandiri ke Vietnam dalam rangka Field Trip bersama pelaku wisata Indonesia lainnya.
Fansipan sendiri dikenal pula dengan julukan Roof Of Indochina, yang satu titik tertinggi antara Laos,Kamboja dan Vietnam.Fansipan sendiri bagian kawasan Sapa yang menawarkan keindahan alami Vietnam.Landscap pegunungan yang membentang luas bertabur cahaya membuat destinasi ini menjadi favoritnya wisatawan.
Tak hanya Fansipan Vietnam juga terus membenahi pariwisata seiring pertumbuhan baik perekonomian. Perekonomian Vietnam sendiri tumbuh cukup pesat. Negara ini sekarang menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Tercatat di 2024, pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 7,09%.
Vietnam juga mengandalkan Zona wisata jembatan kaca “Rong May” atau Naga Awan. Desinasi ini persis terletak di puncak celah gunung O Quy Ho di kawasan Son Binh, Kabupaten Tam Duong, Provinsi Lai Chau.
“Rong May diinvestasikan dan dibangun oleh 2017 dan mulai beroperasi untuk menyambut kedatangan wisatawan pada akhir tahun 2019. Di kawasan ini memang terdapat bangunan-bangunan kokoh dan besar ditopang peralatan modern yang berstandar internasional.Artinya Vietnam tidak main-main untuk pengembangan pariwisatanya,” kata Agus Pahlevi.

Bagi pelaku pariwisata Indonesia seperti dia dan kawan-kawan, Agus Pahlevi mendapat pengalaman dan pembelajaran bagaimana sebuah negara Vietnam memberikan perlakuan khusus dan membangun pariwisata yang hebat.
Dari berbagai literatur yang terhimpun menurutnya, keberhasilan Vietnam membangun pariwisatanya terletak kepada kebijakan dan program berkesinambungan sehingga mampu meningkatkan sektor pariwisata.
“Salah satunya juga mereka mengembangkan pariwisata pedesaan yang kontinuitas, lebih mempromosikan wisata alam dan sejarah. Selanjutnya menerapkan prinsip-prinsip pariwisata yang bertanggungjawan.Kemudian pemerintahnya cukup konsen dengan program pariwisata berkelanjutan dengan baik.Patut kita ambil menjadi pengayaan kita pelaku pariwisata juga memajukan pariwisata di Indonesia,’ pungkas Agus Pahlevi. (Olpah Sari).


