Berapa Lama Idealnya Olahraga Bersepeda
Goweser Hafi saat menjelajah kawasan destinasi wisata di Kabupaten Banjar.
Bersepeda salah satu olahraga yang sangat populer dan disukai masyarakat. Olahraga yang satu ini dikenal memberikan manfaat banyak bagi yang melakukannya.
Dikutif dari berbagai sumber, olahraga yang efektif adalah jika dilakukan selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. Durasi dan intensitas (bobotnya) olahraga perlu disesuaikan dengan berbagai macam kondisi,seperti usia, jenis kelamin, jenis olahraga, ketahanan fisik, serta riwayat penyakit.

Demikian pula dengan olahraga bersepeda, jika ingin mendapatkan manfaat harus rutin dan disiplin melakukannya. Seorang Goweser, Hafi, mempunyai kebiasaan rutin bersepeda selama 30-45 menit dalam sehari. Biasa ia lakukan setelah salat Subuh sebelum berangkat kerja, atau sore hari. Namun setiap pagi di akhir pekan dia mamfaatkan waktu bersepeda menjelajahi sejumlah kawasan.
“Yang penting harus rutin dilakukan agar kita bisa dapat manfaat dari olahraga bersepeda. Durasi dan jaraknya menyesuaikan saja sesuai kebutuhan. Bagi pemula sebaiknya durasinya jangan lama dan jaraknya pun sedang-sedang saja.Jar Urang Banjar itu kada takajut otot-otot atau tubuh kita,” ujar Hafi, yang pernah bertugas sebagai Ajudan Wali Kota Banjarmasin.

Sebenarnya dengan bersepeda teratur, sambung Hafi, tubuh akan mendapatkan manfaat luar biasa.Karena dipastikan akan bugar dan berenergi dalam menjalani berbagai aktivitas. Tak hanya itu dengan durasi waktu 30 menit saja dalam bersepeda , akan bisa memperkuat otot kaki.
“Sekali lagi atur jarak ideal dan waktu kalau kita bersepeda. Jangan nafsu dulu menjajal jarak panjang, kita lakukan bertahap saja. Jadi bersepeda itu jangan asal saja, karena bisa-bisa tubuh atau kaki akan keram seketika.Karena terkejut akibat diporsir, jadi santai namun pasti,” pesan tips dari Hafi.
Dikutip dari https://strongbee.co.id/, disebutkan sebuah penelitian di Brazil ternyata pesepeda yang berolahraga di sore hari mampu berkendara lebih cepat dibandingkan dengan pesepeda yang berolahraga di pagi hari.
Di sore hari, pesepeda pun merasa lebih kuat dan mampu menyelesaikan olahraganya lebih cepat 6.5 detik dibandingkan mereka yang bersepeda di pagi hari. Waktu tersebut lebih cepat 7% jika dibandingkan dengan pesepeda yang berolahraga di pagi hari, tepatnya sebelum sarapan.

Artinya, bersepeda di sore hari bisa meningkatkan kecepatan sehingga mereka memiliki waktu olahraga yang lebih singkat. Pola makan yang teratur dan sehat juga bisa meningkatkan kemampuan pesepeda dalam olahraga ini.
“Jika merujuk penelitian ini, artinya bersepeda idealnya menyesuaikan dengan kondisi kita dan waktunya. Demikian pula bicara kalori yang terbakar itu tergantung kepada seberapa lama waktunya, kecepatan saat mengayuh dan seberapa intensitas latihannya. Tidak salah juga kita berkonsultasi dengan dokter olahraga,” ujar penggiat Gowes, Syahriyanto Ruslan.

Syahri yang sehari-hari Reporter Radio Elshinta Jakarta, memberikan tips aman dan sehat serta ideal dalam jarak Tempuh Saat Olahraga Bersepeda . Jika pesepeda pemula, disarankan menerapkan kebiasaan bersepeda dan perlahan-lahan meningkatkan intensitasnya.
“Hari ini dimulai dengan bersepeda sekitar 3 KM, selanjutnya tambahkan menjadi 5 Km dan seterusnya. Kalau idealnya sih adalah 16 km dengan kecepatan 20 km per jam. Kalau kondisi tubuh kita sudah mulai terbiasa, maka bisa menempuh jarak di kisaran 24-30 km,” ucapnya sembari mengajak Tim Economic Travelling Gowes keliling Banjarbaru. (Muhammad Irfani).

