Perlunya Leader Dalam Kerjasama Memadamkan Kebakaran

0
TOKOH RELAWAN

Dua Relawan Senior, Iwan Ray dan Hanafi Abdi.

Gugurnya relawan di Banjarmasin saat memadamkan kebakaran menjadi perhatian serius semua pihak.Tercatat dalam dua tahun terakhir sudah tiga orang relawan pemadam kebakaran swadaya (mandiri) meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan. Dan terbaru kebakaran hebat di gudang Golden 10, Jalan Belitung Darat, Banjarmasin, membuat Muhiniddin harus kehilangan nyawa saat bertugas karena tertimpa tembok gudang yang roboh.

Kondisi ini pun membuat keluarga besar Relawan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin dan Kalsel berduka. Karena satu orang rekan mereka gugur dalam tugas mulia di lapangan.Dan Ironisnya almarhum Muhiniddin tidak tercover asuransi jiwa dari program yang dicanangkan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Menyikapi hal ini sejumlah tokoh relawan pemadam kebakaran Banjarmasin angkat bicara. Mereka berharap Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan perhatian khusus lagi bagi para relawan, disamping terus mendorong peningkatan kompetensi relawan-relawan yang berjuang di jalur kemanusiaan secara mandiri.

“Pertama kami turut berbelasungkawa dengan rekan kami yang gugur, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dan kedua kita perlu kembali meningkatkan koordinasi di lapangan, agar kejadian serupa tidak terjadi di lapangan,” ucap Hanapi Abdi, relawan senior dari PMK Emirat Banjarmasin, kepada awak media di Banjarmasin, Rabu (06/11/2024).

Pria yang merupakan anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kota Banjarmasin, berharap peran leader di lapangan sangat dibutuhkan. Peran ini ada di tangan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Selama ini kita bergerak sendiri-sendiri, meskipun di kesatuan ada korlap.Namun peran Leader dari Pemko Banjarmasin belum terlihat sekarang. Kalau dulu ada almarhum Bang Jeck (Misranudin, S.Ap, sebagai Kasi Pemadaman, Penyelamatan & Evakuasi DPKP Kota Banjarmasin) serta Om Helmi  , yang rajin di lapangan dan menyemangati kami dan mengarahkan,” cerita Hanafi.

 

Solidaritas Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin saat menggelar Doa Bersama dan Tabur Bunga mengenang gugurnya rekan mereka Muhiniddin saat bertugas memadamkan kebakaran di Belitung Darat Banjarmasin.

Spirit Relawan sendiri tidak perlu diragukan termasuk memiliki peralatan yang terkadang terbatas.Karena itu dia pun berharap leader-leader bisa mengkoordinir para relawan di lapangan.Sehingga di tengah konsentrasi tinggi memadamkan api, relawan pun mendapat arahan terbaik seperti halnya safety dalam bertugas dan pengaturan penyemprotan, sehingga efisien dan semua relawan bekerja dengan selamat.

“Kami sangat mengatensi semangat kawan-kawan relawan di lapangan yang luar biasa. Namun selama ini kami relawan di lapangan bekerja sendiri berdasarkan insting dan pengalaman, tanpa ada arahan sang leader dari Pemerintah Kota saat memadamkan api ketika ada kebakaran,” ujar Hanafi.

Senada dengan itu salah satu relawan senior, Iwan Ray, Pemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan program pembinaan dan pelatihan bagi relawan pemadam kebakaran swasta atau swadaya. Karena tidak semua relawan memiliki kecakapan khusus maupun pengetahuan penting dalam penanggulangan bencana kebakaran.

“Selain pemberian asuransi yang merata, pembekalan pengetahuan terhadap relawan-relawan pemadam kebakaran terutama yang muda-muda termasuk Lady Fire sangat dibutuhkan. Karena di Banjarmasin selama ini relawan tumbuh bermodalkan semangat dan peralatan seadanya untuk menolong yang orang tertimpa musibah kebakaran. Pengetahuan dan skill perlu sekali bagi mereka,” kata Iwan Ray.

Sekedar diketahui Program pelatihan untuk relawan pemadam kebakaran (Redkar) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Biasanya dalam pelatihan akan diajarkan bagaimana mengetahui cara kerja api, Pengenalan peralatan pemadam api, upaya pencegahan kebakaran, Pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Hydrant, serta Keselamatan petugas pemadam dalam melakukan pemadaman dan penyelamatan, hingga Pertolongan pertama gawat darurat,” terang Iwan Ray.

Selain itu, pelatihan juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran. Para relawan diharapkan dapat menyebarluaskan materi yang didapatkan kepada masyarakat sekitar, seperti keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya. (M.Irfani-Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!