Pemko Banjarmasin Salurkan Bantuan Rp451,2 Juta untuk Karhutla

0
BANTUAN KARHUTLA

Penyerahan bantuan untuk Balakar 654 Banjarmasin (Foto - Media Center Banjarmasin).

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama dunia usaha dan para donatur menghimpun bantuan senilai Rp451,2 juta untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memenuhi kebutuhan relawan yang bertugas di lapangan.

Bantuan berupa barang dan uang tersebut diserahkan dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Kabut Asap di halaman Kompleks Mahantas Modern Land, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan dipimpin Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR dan dihadiri Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza, Kapolresta Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, serta unsur Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar).

Bagi Banjarmasin, ancaman karhutla tidak berhenti pada ada atau tidaknya titik api di wilayah kota.

Asap dari kebakaran di daerah sekitar dapat terbawa angin dan menurunkan kualitas udara, sehingga warga tetap menghadapi risiko gangguan kesehatan meskipun sumber kebakaran berada di luar batas administrasi kota.

Wali Kota Muhammad Yamin HR mengatakan, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat menunjang kebutuhan relawan selama menjalankan tugas penanganan karhutla.

“Alhamdulillah, hari ini bantuan yang terkumpul, baik berupa barang maupun uang, mencapai kurang lebih Rp451 juta. Terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan dan donatur yang telah membantu. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung para relawan dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

Yamin menegaskan, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan perlu terus diperkuat.

Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Banjarmasin, keselamatan petugas dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian penting.

Ia mengingatkan relawan agar tidak mengabaikan kondisi fisik ketika bertugas. Paparan asap dan aktivitas pemadaman yang menguras tenaga dapat menambah risiko bagi petugas, sehingga dukungan logistik perlu berjalan seiring dengan penerapan prosedur keselamatan.

“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan karena dampaknya cukup besar, terutama kabut asap dan kesehatan masyarakat. Para relawan juga harus tetap menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat bertugas,” katanya.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!