Bank Kalsel dan OJK Siapkan Duta Aksel untuk Edukasi Keuangan Banua

0
BOOTCAMP 1

Para peserta menyimak serius berbagai pandangan narasumber dalam Bootcamp Duta AKSEL .(Foto - Humas Bank Kalsel).

Perluasan layanan keuangan digital membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses produk perbankan dengan lebih mudah.

Namun, kemudahan transaksi belum selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai risiko, keamanan, dan cara mengelola keuangan secara bijak.

Di tengah tantangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel memperkuat literasi keuangan dengan menyiapkan generasi muda sebagai agen edukasi melalui Bootcamp Duta Aksel 2026.

Kegiatan bertema Learn, Create, Impact ini berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Banjarmasin.

Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang dipersiapkan menjadi Duta Akselerasi dan Inklusi Keuangan (Aksel) Banua.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Para peserta dibekali pemahaman mengenai produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan pribadi, serta pentingnya mengenali risiko transaksi digital agar mampu menyampaikan informasi secara tepat kepada masyarakat.

 

Foto Dokumentasi Humas Bank Kalsel.

Kepala Perwakilan OJK Kalimantan Selatan Agus Maiyo melalui Andi Rahman mengatakan, perkembangan teknologi telah menghadirkan beragam kemudahan dalam transaksi keuangan.

Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari pembayaran hingga produk keuangan lainnya.

Namun, perkembangan tersebut juga membawa tantangan berupa penipuan digital, gangguan transaksi, dan penawaran investasi ilegal.

Kondisi ini membutuhkan peningkatan literasi agar masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, dan aspek legalitas produk yang digunakan.

“Generasi muda harus mampu menjadi penggerak edukasi sekaligus membantu melindungi masyarakat dari berbagai potensi penipuan dan kejahatan keuangan,” ujarnya.

Menurut Andi, keterlibatan generasi muda menjadi penting karena mereka memiliki kedekatan dengan teknologi dan berbagai kanal komunikasi digital.

Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi keuangan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Melalui Program Penggerak Inklusi Keuangan Indonesia (PPIKI), OJK mendorong lahirnya agen edukasi yang tidak hanya memahami pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga mampu menjangkau teman sebaya, keluarga, lingkungan sekolah, hingga masyarakat luas.

Andi berharap para peserta memanfaatkan bootcamp untuk memperdalam pengetahuan tentang produk dan layanan jasa keuangan, memahami risiko yang menyertainya, serta mengembangkan cara komunikasi yang kreatif dan tepat sasaran.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat sinergi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Banua.

Perkuat Kepercayaan terhadap Layanan Perbankan

Dari perspektif industri perbankan, peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan layanan formal secara lebih bertanggung jawab.

Masyarakat yang memahami produk keuangan dengan baik diharapkan lebih cermat memilih layanan, mampu mempertimbangkan risiko, dan tidak mudah tergiur penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.

Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan menerangkan partisipasi Bank Kalsel dalam Bootcamp Duta Aksel 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pemahaman keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, edukasi keuangan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan pola komunikasi masyarakat.

Media sosial, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai saluran untuk menyampaikan informasi mengenai layanan perbankan, kebiasaan menabung, pengelolaan uang, hingga kewaspadaan terhadap penipuan digital.

“Kami mendorong para Duta Aksel memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang positif dan bertanggung jawab. Pastikan informasi yang disampaikan akurat, bermanfaat, dan sesuai ketentuan,” katanya.

Iwan menegaskan, keberhasilan duta literasi keuangan tidak cukup diukur dari jumlah konten yang diproduksi atau luasnya jangkauan publikasi. Hal yang lebih penting adalah kualitas informasi, ketepatan pesan, dan dampak edukasi terhadap pemahaman serta perilaku masyarakat.

Bank Kalsel berharap keberadaan Duta Aksel dapat membantu masyarakat mengenali layanan perbankan resmi, meningkatkan pemahaman terhadap produk keuangan, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Upaya tersebut relevan dengan perkembangan ekosistem keuangan digital yang menuntut keseimbangan antara kemudahan akses dan perlindungan konsumen.

Perluasan akses perbankan akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat memahami cara menggunakan layanan secara aman, mengetahui hak dan kewajibannya, serta mampu menghindari transaksi yang berisiko.

Penguatan literasi keuangan juga membutuhkan dukungan sektor pendidikan. Sekolah menjadi lingkungan strategis untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, hingga merencanakan penggunaan uang sesuai kemampuan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan SMA, Dedi Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan bootcamp tersebut.

Ia menilai kegiatan ini dapat mendukung pendidikan karakter sekaligus membangun kecakapan hidup peserta didik.

Menurut Dedi, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan secara rasional. Mereka harus mampu menilai informasi secara kritis, memeriksa legalitas produk keuangan, serta memahami risiko sebelum menggunakan layanan atau mengikuti penawaran tertentu.

Kewaspadaan terhadap keamanan data pribadi juga menjadi bagian penting dari pendidikan keuangan. Peserta didik perlu memahami bahwa PIN, kata sandi, dan kode one-time password (OTP) merupakan informasi rahasia yang tidak boleh diberikan kepada pihak lain.

“Kami bangga karena sejumlah peserta didik dari sekolah di Kalimantan Selatan terpilih menjadi Duta Literasi Keuangan. Mudah-mudahan mereka berperan aktif menyebarluaskan edukasi dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” katanya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!