45 Mahasiswa Tahfiz STIQ Amuntai Terima Beasiswa Adaro
Ketua STIQ Amuntai, Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP dan CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi dalam penyerahan bantuan beasiswa dari PT Adaro Indonesia kepada Bagi 45 mahasiswa penghafal Al-Qur’an di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai. (Foto - Humas Adaro Indonesia).
Dukungan terhadap pendidikan tidak selalu berhenti pada pembangunan ruang kelas atau pemberian bantuan biaya kuliah.
Bagi 45 mahasiswa penghafal Al-Qur’an di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai, bantuan beasiswa dari PT Adaro Indonesia menjadi kesempatan untuk menjaga hafalan, menuntaskan pendidikan, dan mempersiapkan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 45 mahasiswa dari lima kabupaten resmi menerima Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an dalam acara penyerahan di Gedung Serbaguna H. Isar, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (29/09/2026).
Program ini memperlihatkan peran dunia usaha dalam memperluas akses pendidikan, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan keagamaan.
Bagi Adaro, investasi di bidang pendidikan menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk ikut menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan memiliki landasan spiritual.
Ketua STIQ Amuntai, Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., menyebut dukungan kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai investasi yang memiliki nilai jauh melampaui kepentingan duniawi.
Menurutnya, memberikan kemudahan bagi para Ahlullah atau keluarga Al-Qur’an untuk menuntaskan pendidikan merupakan ikhtiar mulia yang manfaatnya dapat terus mengalir.
“Apa yang kita lakukan ini merupakan sebuah investasi yang bukan hanya berlaku di dunia saja, tetapi juga di akhirat. Kita sedang memberikan jalan bagi orang untuk berbuat baik. Bagi para penghafal Al-Qur’an, setiap satu huruf yang mereka baca akan mendatangkan pahala, dan kita yang memfasilitasinya pun akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala mereka,” ujar KH. Abd. Hasib Salim.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Adaro Indonesia yang terus menjaga keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa STIQ Amuntai.

Bantuan tersebut dinilai memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah dengan baik, sekaligus mempertahankan komitmen dalam menghafal dan mendalami Al-Qur’an.
“Patutlah kita semua berterima kasih kepada PT Adaro Indonesia yang telah berusaha memberikan jalan agar anak-anak kita bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Alhamdulillah, saat ini tercatat ada sebanyak 45 orang mahasiswa dari lima kabupaten mendapatkan beasiswa,” katanya.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, dalam kesempatan tersebut juga melihat peluang besar bagi STIQ Amuntai untuk mengembangkan keilmuan Al-Qur’an dalam berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu gagasan yang disorot adalah pengembangan Psycho-Spiritual Healing Center, sebuah pendekatan yang memadukan dimensi psikologis dan spiritual, sebagaimana berkembang di Malaysia.
Potensi tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan Al-Qur’an memiliki ruang pengembangan yang luas, tidak terbatas pada kemampuan menghafal, tetapi juga penguatan keilmuan dan kontribusi sosial.
Bagi PT Adaro Indonesia, program beasiswa tahfiz merupakan bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang pendidikan dan pengembangan nilai-nilai keagamaan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kemitraan Adaro dengan STIQ Amuntai telah berlangsung hampir 20 tahun. Sejak 2015 hingga 2026, sebanyak 228 mahasiswa tercatat telah menerima manfaat beasiswa tahfiz Al-Qur’an.
Keberlanjutan program tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu bentuk investasi sosial jangka panjang.
Manfaatnya tidak semata dirasakan mahasiswa penerima beasiswa, melainkan juga keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang kelak menerima pengabdian mereka.
Di tengah kebutuhan membangun sumber daya manusia yang unggul, dukungan Adaro terhadap pendidikan tahfiz membawa makna yang lebih luas, yakn investasi yang hasilnya dapat tumbuh dalam kehidupan dunia, sekaligus menjadi amal kebaikan yang diharapkan bernilai hingga akhirat.(Olpah Sari).
