BUEKA ‘Aisyiyah Dorong UMKM Abirau Naik Kelas Lewat Koperasi

0
DOKTOR AK

Dr. Abdul Kadir, S.E., M.M., dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin menyerahkan buku souvenir kepada salah sati peserta. (Foto - Dok-AK).

Upaya mendorong usaha mikro dan kecil agar semakin berkembang terus dilakukan Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA) ‘Aisyiyah.

Di Desa Abirau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, penguatan kapasitas pelaku usaha diarahkan pada pemanfaatan koperasi sebagai salah satu pintu akses permodalan dan pengembangan usaha.

Kegiatan BUEKA ‘Aisyiyah yang digelar Sabtu, 22 September 2026, mengangkat tema “Koperasi dan Akses Permodalan untuk UMKM.”

Materi tersebut menjadi penting bagi pelaku usaha keluarga yang ingin mengembangkan bisnisnya, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait modal, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Abdul Kadir, S.E., M.M., dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin.

Dalam pemaparannya, Abdul Kadir menjelaskan bahwa koperasi tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menyimpan atau meminjam dana. Lebih dari itu, koperasi dapat menjadi wadah kerja sama ekonomi yang memperkuat posisi pelaku usaha.

“Melalui koperasi, anggota memiliki peluang untuk membangun akses permodalan, melakukan pengadaan kebutuhan usaha secara bersama, memperluas pemasaran, sekaligus membangun jaringan usaha antaranggota,” terang pria yang akrab disapa AK.

 

DR Abdul Kadir bersama para UMKM Abirau. (Foto-Dok AK).

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola usaha secara lebih terencana.

Mulai dari mengenali kebutuhan konsumen, menentukan harga jual, menghitung biaya produksi dan keuntungan, menjaga kualitas produk, hingga melakukan pencatatan keuangan secara sederhana.

Menurut Abdul Kadir, kemampuan mencatat keuangan menjadi bagian penting bagi UMKM. Pelaku usaha perlu mengetahui secara jelas berapa pemasukan, biaya, keuntungan, serta kebutuhan modal agar keputusan bisnis tidak sekadar berdasarkan perkiraan.

“Pemahaman tersebut juga dapat menjadi bekal ketika pelaku usaha membutuhkan tambahan pembiayaan dari koperasi maupun lembaga keuangan,” tambah AK.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan pengalaman sekaligus berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Diskusi berkembang pada persoalan yang dekat dengan keseharian pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan modal, pemasaran produk, pengelolaan keuangan hingga strategi mempertahankan kualitas usaha.

Kegiatan semakin semarak ketika peserta yang aktif bertanya dan mampu menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari narasumber. Abdul Kadir juga membagikan buku kepada peserta sebagai tambahan wawasan dalam mengembangkan usaha.

Bagi BUEKA ‘Aisyiyah, penguatan ekonomi keluarga tidak berhenti pada bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, jaringan, dan akses terhadap ekosistem ekonomi yang dapat membantu usaha berkembang.

Koperasi menjadi salah satu instrumen yang dapat mempertemukan kebutuhan tersebut melalui semangat kerja sama dan kekuatan anggota.

Dengan bekal tersebut, pelaku usaha keluarga diharapkan tidak sekadar mampu bertahan, tetapi memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!