DWP Banjarmasin Tak Ingin Sekadar Jadi Pendamping ASN

0
DKW BANJARMASIN

Kepengurusan DWP Kota Banjarmasin periode 2024–2029 resmi dikukuhkan Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Masrupah di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (27/8/2026).(Foto - Media Center Banjarmasin).

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin ingin keluar dari citra sebagai organisasi yang hanya berkutat pada kegiatan internal dan pendamping aparatur sipil negara (ASN).

Di bawah kepengurusan masa bakti 2024–2029, DWP Banjarmasin menempatkan tiga bidang sebagai fokus utama, yakni pendidikan, pengembangan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Ketiganya diarahkan agar keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan anggota, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ketua DWP Kota Banjarmasin Farida Rachmawati mengatakan, penguatan peran tersebut menjadi salah satu komitmen kepengurusan yang baru dikukuhkan.

“Diharapkan Dharma Wanita Persatuan ini tidak hanya dipandang sebagai organisasi pelengkap pendukung istri ASN, tapi juga dapat hadir, berkembang, dan bermanfaat tidak hanya untuk anggotanya, tapi juga untuk masyarakat,” ujarnya.

Kepengurusan DWP Kota Banjarmasin periode 2024–2029 resmi dikukuhkan Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Masrupah di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (27/8/2026).

Menurut Farida, pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. DWP ingin terlibat lebih jauh dalam pendampingan anak-anak sekolah melalui kegiatan belajar bersama, pemberian pendidikan serta berbagai inovasi di lingkungan sekolah.

Pendidikan dipandang bukan sekadar program organisasi, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun kualitas generasi muda.

Sementara pada sektor ekonomi, DWP Banjarmasin mendorong anggota mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif. Salah satu langkah yang dilakukan melalui bazar pada setiap pertemuan, sehingga produk kreativitas anggota tidak hanya dipamerkan, tetapi memiliki ruang untuk dipasarkan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Langkah tersebut mendapat apresiasi Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Masrupah.

Menurutnya, DWP memiliki peluang besar untuk ikut memperkuat UMKM lokal. Setiap kegiatan organisasi, termasuk bazar, dapat sekaligus menjadi ruang promosi produk usaha masyarakat.

“Saya merasakan ada semangat yang luar biasa. Sepertinya Dharma Wanita Kota Banjarmasin akan maju pesat,” ujarnya.

Masrupah berharap aktivitas DWP tidak berhenti pada kepentingan internal organisasi. Program yang dijalankan harus mampu menyentuh persoalan masyarakat, termasuk membantu pengembangan usaha kecil dan kegiatan sosial.

“Jadi, kegiatan Dharma Wanita tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga dapat membantu UMKM dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” katanya.

Di bidang sosial, DWP Banjarmasin juga menjalankan kegiatan kepedulian terhadap masyarakat. Salah satunya membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui dukungan kebutuhan sekolah pada awal tahun ajaran.

DWP juga membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan sosial yang lebih luas, termasuk keterlibatan dalam program bantuan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebelumnya, DWP bersama organisasi wanita lainnya ikut membagikan masker kepada masyarakat melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Pola kerja kolaboratif tersebut menjadi penting karena persoalan sosial dan ekonomi masyarakat tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja.

Pengukuhan pengurus turut dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin serta sejumlah Ketua DWP se-Kalimantan Selatan.

Dengan tiga fokus tersebut, DWP Banjarmasin ingin membangun wajah organisasi yang lebih terbuka dan produktif.

Bukan sekadar hadir dalam agenda organisasi, tetapi ikut bekerja di tengah masyarakat: mendampingi pendidikan, membuka peluang ekonomi dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Kalau pola ini konsisten dijalankan hingga 2029, ukuran keberhasilan DWP Banjarmasin bukan lagi seberapa banyak kegiatan yang digelar, melainkan seberapa jauh kegiatan itu menghasilkan perubahan dan manfaat nyata bagi masyarakat.(Ridzky Husna).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!