Siaga Karhutla, PT AAL1 Langsung Bergerak
PT Astra Agro Lestari 1 (PT AAL1) bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Haruai menggelar patroli bersama untuk memperkuat pencegahan karhutla selama musim kemarau 2026.(Foto - Humas PT AAL1).
Penetapan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tabalong langsung diikuti langkah nyata di lapangan.
PT Astra Agro Lestari 1 (PT AAL1) bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Haruai menggelar patroli bersama untuk memperkuat pencegahan karhutla selama musim kemarau 2026.
Patroli dilakukan sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Tabalong. Tim gabungan menyisir sejumlah kawasan rawan, terutama wilayah yang berbatasan dengan area operasional perusahaan dan permukiman warga.
Dalam patroli tersebut, tim mengecek kesiapan personel Fire Brigade, sarana pemadam serta infrastruktur pemantauan yang menjadi bagian dari sistem deteksi dini karhutla.
Salah satu fasilitas yang diperiksa adalah Menara Pantau Api PT AAL1 di Afdeling OI. Menara setinggi 15 meter tersebut digunakan untuk melakukan pemantauan visual terhadap potensi munculnya asap maupun titik api di wilayah operasional perusahaan dan kawasan sekitarnya.
Perwakilan Manajemen PT AAL1 mengatakan patroli bersama menjadi tindak lanjut nyata atas hasil koordinasi kesiapsiagaan karhutla di tingkat kabupaten.
“Patroli bersama ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dan tindak lanjut nyata dari hasil rakor kesiapsiagaan karhutla tingkat kabupaten. Sinergi antara tim Fire Brigade PT AAL1 dengan Polsek Haruai memastikan pengawasan lapangan berjalan optimal, sekaligus mengedukasi masyarakat di sekitar wilayah operasional agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mematuhi prinsip tanpa membakar atau zero burning,” ujarnya.
Selain patroli, PT AAL1 memperkuat kesiapan melalui pemeliharaan sarana dan prasarana pemadam serta memastikan personel Fire Brigade dalam kondisi siap merespons apabila ditemukan potensi kebakaran.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan memasang papan imbauan larangan membakar lahan serta mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.
Kolaborasi dengan Polsek Haruai menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan di lapangan. Pengamanan dilakukan tidak hanya di dalam wilayah operasional perusahaan, tetapi juga pada kawasan yang berbatasan dengan permukiman dan aktivitas masyarakat.
PT AAL1 menilai pencegahan menjadi kunci menghadapi karhutla. Deteksi dini, patroli rutin, kesiapan personel dan peralatan serta komunikasi dengan masyarakat diharapkan dapat mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sinergi antara perusahaan, aparat dan masyarakat tersebut diharapkan mampu menjaga Kecamatan Haruai tetap aman dari ancaman karhutla selama musim kemarau 2026.(M.Irfani).
