44 Paskibraka Kalsel, Investasi Masa Depan Banua
Salah satu anggota Paskibraka Kalsel. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri atau pertumbuhan ekonomi yang meningkat.
Ada investasi lain yang menentukan arah masa depan sebuah wilayah, yaitu membangun karakter generasi muda.
Pesan itulah yang tergambar dalam pengukuhan 44 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang dilakukan Gubernur Kalsel H. Muhidin di Gedung KH Idham Khalid, Banjarbaru, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak 44 pelajar terbaik Banua kini menjadi bagian dari sejarah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka terdiri dari 22 putra dan 22 putri yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Mereka bukan hanya dipilih untuk menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, mereka menjadi simbol generasi muda yang ditempa dengan nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan nasionalisme.
Proses panjang telah dilalui sebelum mereka berdiri dalam prosesi pengukuhan. Seleksi ketat, pembinaan, pendidikan, hingga pelatihan sejak akhir Juli 2026 menjadi tahapan yang membentuk kesiapan fisik maupun mental para anggota Paskibraka.
Dalam amanatnya, Gubernur Kalsel H. Muhidin menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas upacara.
Menurutnya, Paskibraka membawa nilai kehormatan dan pengabdian kepada bangsa.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar berdiri tegak, tetapi menjadi simpul kehormatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Muhidin.

Ia meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan amanah dengan disiplin, menjaga kekompakan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
“Laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan, kekompakan, dan pertanggungjawaban,” pesannya.
Bagi Muhidin, nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi Paskibraka tidak boleh berhenti setelah upacara selesai. Karakter yang terbentuk harus menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehormatan sebagai Paskibraka tidak berhenti setelah upacara pengibaran telah selesai,” tegasnya.
Wajah Generasi Baru Banua
Keberadaan 44 anggota Paskibraka Kalsel 2026 menjadi gambaran bagaimana daerah menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, generasi muda tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat, kemampuan bekerja sama, serta rasa tanggung jawab sosial.
Salah satu anggota Paskibraka, Prima Yuda Duyantono, pelajar SMAN 1 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, mengaku bangga mendapat kepercayaan tersebut.
Menurutnya, menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Kalsel merupakan pengalaman berharga sekaligus tanggung jawab besar.
“Saya merasa bangga dan senang bisa terpilih menjadi Paskibraka Provinsi Kalsel,” ujarnya.
Prima berkomitmen menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, dan memberikan penampilan terbaik saat bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya akan menjaga kesehatan, kekompakan, dan berusaha memberikan yang terbaik saat bertugas nanti,” katanya lagi.
Pengukuhan Paskibraka Provinsi Kalsel 2026 menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai angka ekonomi, investasi, dan pembangunan fisik.
Ada investasi yang lebih panjang, yakni membentuk manusia yang memiliki integritas dan kepemimpinan.
Generasi muda seperti anggota Paskibraka menjadi aset penting bagi Kalimantan Selatan. Mereka membawa nilai disiplin dan nasionalisme yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, masyarakat, hingga dunia kerja di masa depan.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yuda Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BNN Provinsi Kalsel Brigjen Pol. Asep Taufik, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb. Harlans T. Ambarita, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut Galih Nurtjahjo, serta jajaran Forkopimda Kalsel.
Hadir pula Sekdaprov Kalsel H.M. Syarifuddin bersama jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel.
Sebanyak 44 pelajar ini kini membawa satu amanah besar: bukan hanya mengibarkan bendera Merah Putih, tetapi menjaga nilai perjuangan, disiplin, dan semangat kebangsaan sebagai generasi penerus Banua.(Olpah Sari).
