REI Expo 2026 Berburu Rumah, Mengamankan Masa Depan
Momentum peringatan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Perumahan Nasional turut dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan pemasaran sektor perumahan.
Kegiatan REI Expo 2026 yang digelar pada Agustus ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pengembang, perbankan, pemerintah daerah, serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk memiliki rumah.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan DPRD, perwakilan pemerintah daerah, perbankan, serta pelaku sektor pariwisata menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama.
“Semoga dengan expo di bulan ini bisa bermanfaat dan membantu meningkatkan pemasaran. Kami juga mengundang beberapa pihak, termasuk perbankan dan sektor pariwisata, untuk melihat langsung produk dan rumah yang ditawarkan,” ujar Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, disela-sela pembukaan REI Expo 2026, di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Rabu 912/06/2026).
Menurutnya, keterlibatan perbankan menjadi bagian penting karena masyarakat membutuhkan kemudahan akses pembiayaan untuk memiliki rumah.
Pengunjung juga diberikan kesempatan melihat langsung kondisi dan kualitas rumah yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan.
Dalam kegiatan tersebut, komunikasi dengan sejumlah pihak juga diarahkan pada penguatan kerja sama. Kehadiran para pemangku kepentingan dinilai menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sektor perumahan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dari sisi target, penyelenggara menyebut capaian sementara telah mencapai sekitar 110 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap pameran dan produk perumahan yang ditawarkan cukup positif.
“Target yang kami sepakati sekitar 110, tetapi kami masih melihat perkembangan di lapangan. Yang pasti, respons dari masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat cukup baik,” katanya.

Expo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi rumah, tetapi mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan dukungan pembiayaan dari perbankan.
Dengan demikian, momentum peringatan hari jadi daerah dan Hari Kemerdekaan dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya sektor perumahan,khususnya di Banua.
Pemerhati Ekonomi dan Kota, Syahrianto Ruslan sangat mengapresiasi REI EXPO 2026 di Banjarmasin.
karena ajang pameran properti ini mampu menggerakkan roda perekonomian nasional dan daerah, mendongkrak transaksi sektor perumahan, serta mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian layak melalui dukungan pembiayaan perbankan.
“Pameran ini bukan sekedar ajang promosi dan transaksi akan tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan sektor properti yang sehat, inklusif dan berkelanjutan di Kalsel,” tutur pria yang juga Jurnalis Senior Radio Elshinta Jakarta. (Olpah Sari).
Momentum peringatan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Perumahan Nasional turut dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan pemasaran sektor perumahan.
Kegiatan REI Expo 2026 yang digelar pada Agustus ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pengembang, perbankan, pemerintah daerah, serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk memiliki rumah.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan DPRD, perwakilan pemerintah daerah, perbankan, serta pelaku sektor pariwisata menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama.
“Semoga dengan expo di bulan ini bisa bermanfaat dan membantu meningkatkan pemasaran. Kami juga mengundang beberapa pihak, termasuk perbankan dan sektor pariwisata, untuk melihat langsung produk dan rumah yang ditawarkan,” ujar Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, disela-sela pembukaan REI Expo 2026, di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Rabu 912/06/2026).
Menurutnya, keterlibatan perbankan menjadi bagian penting karena masyarakat membutuhkan kemudahan akses pembiayaan untuk memiliki rumah.
Pengunjung juga diberikan kesempatan melihat langsung kondisi dan kualitas rumah yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan.
Dalam kegiatan tersebut, komunikasi dengan sejumlah pihak juga diarahkan pada penguatan kerja sama. Kehadiran para pemangku kepentingan dinilai menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sektor perumahan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dari sisi target, penyelenggara menyebut capaian sementara telah mencapai sekitar 110 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap pameran dan produk perumahan yang ditawarkan cukup positif.
“Target yang kami sepakati sekitar 110, tetapi kami masih melihat perkembangan di lapangan. Yang pasti, respons dari masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat cukup baik,” katanya.
Expo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi rumah, tetapi mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan dukungan pembiayaan dari perbankan.
Dengan demikian, momentum peringatan hari jadi daerah dan Hari Kemerdekaan dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya sektor perumahan,khususnya di Banua.
Pemerhati Ekonomi dan Kota, Syahrianto Ruslan sangat mengapresiasi REI EXPO 2026 di Banjarmasin.
karena ajang pameran properti ini mampu menggerakkan roda perekonomian nasional dan daerah, mendongkrak transaksi sektor perumahan, serta mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian layak melalui dukungan pembiayaan perbankan.
“Pameran ini bukan sekedar ajang promosi dan transaksi akan tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan sektor properti yang sehat, inklusif dan berkelanjutan di Kalsel,” tutur pria yang juga Jurnalis Senior Radio Elshinta Jakarta. (Olpah Sari).
