Langkah Strategis Sukses Interview Kerja

0
MAHASISWA INTERVIEW KERJA

Mulai Persiapan hingga Menjawab Pertanyaan

Interview kerja sering menjadi tahap yang membuat pelamar paling tegang. Grogi, cemas, takut salah menjawab atau khawatir tidak mampu meyakinkan pewawancara bisa muncul bahkan sebelum wawancara dimulai.

Padahal, interview bukan sekadar sesi tanya jawab. Perusahaan ingin melihat cara seseorang berkomunikasi, memahami persoalan, bersikap, serta menjelaskan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki.

CV dan portofolio memang membuka pintu menuju tahap wawancara. Namun, saat berhadapan langsung dengan pewawancara, kemampuan tersebut perlu disampaikan dengan cara yang meyakinkan.

Karena itu, persiapan interview sebaiknya tidak berhenti pada menghafalkan jawaban. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak sebelum memasuki ruang wawancara.

Kenali Perusahaan yang Dilamar

Jangan datang ke interview tanpa mengetahui perusahaan yang dituju.

Pelajari bidang usaha, produk atau layanan, budaya kerja, perkembangan bisnis, serta posisi yang sedang dibuka. Informasi tersebut membantu pelamar memahami konteks pertanyaan sekaligus menunjukkan bahwa lamaran dibuat dengan pertimbangan yang serius.

Pengetahuan tentang perusahaan juga membuat percakapan terasa lebih alami. Ketika ditanya alasan tertarik dengan posisi tersebut, jawaban bisa dikaitkan dengan kebutuhan perusahaan dan pengalaman yang dimiliki.

Jika sudah mengetahui nama pewawancara, informasi profesional tentang orang tersebut juga dapat dipelajari melalui sumber terbuka. Gunakan secukupnya. Tujuannya memahami konteks percakapan, bukan mencari bahan untuk mengorek kehidupan pribadi.

Penampilan Tetap Menjadi Bagian dari Penilaian

Kesan pertama terbentuk sejak seseorang memasuki ruang interview.

Pakaian yang rapi, bersih dan sesuai dengan karakter perusahaan menjadi pilihan aman. Untuk perusahaan dengan lingkungan kerja formal, pakaian formal dengan warna yang tidak mencolok lebih sesuai. Sementara perusahaan di industri kreatif biasanya memiliki ruang yang lebih fleksibel.

Hal yang sama berlaku untuk wawancara daring. Pastikan latar belakang cukup rapi, pencahayaan memadai, kamera berada pada posisi yang baik, dan koneksi internet sudah diperiksa sebelum jadwal dimulai.

Penampilan bukan soal tampil mewah. Yang dibutuhkan adalah kesan profesional dan kesiapan mengikuti proses seleksi.

Jangan Datang Terlambat

Datang terlalu dekat dengan waktu interview membuat pikiran terburu-buru. Risiko terlambat juga semakin besar jika terjadi kemacetan, kesulitan menemukan lokasi, atau kendala teknis.

Untuk wawancara tatap muka, datang lebih awal memberikan waktu untuk menenangkan diri dan mempersiapkan dokumen. Untuk interview online, masuk beberapa menit sebelum jadwal untuk mengecek kamera, mikrofon dan koneksi internet.

Ketepatan waktu merupakan bagian sederhana dari profesionalisme yang mudah terlihat sejak awal.

Dengarkan Pertanyaan Sebelum Menjawab

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah terlalu sibuk menyiapkan jawaban sampai tidak benar-benar mendengarkan pertanyaan.

Berikan jeda beberapa detik jika diperlukan. Pahami inti pertanyaannya, kemudian jawab langsung pada bagian yang ditanyakan.

Jawaban yang baik tidak harus panjang. Yang penting jelas, relevan dan memiliki contoh ketika memang diperlukan.

Misalnya ketika ditanya mengenai pengalaman menghadapi masalah di tempat kerja sebelumnya, jangan berhenti pada cerita tentang masalahnya. Jelaskan peran yang dilakukan, keputusan yang diambil dan hasilnya.

Hindari Jawaban yang Terlalu Menghafal

Pewawancara biasanya dapat membedakan jawaban yang dipahami dengan jawaban yang sekadar dihafalkan.

Persiapan tetap diperlukan, terutama untuk pertanyaan umum seperti pengalaman kerja, kelebihan, kekurangan, alasan melamar, pencapaian, hingga rencana karier. Namun, siapkan kerangka jawabannya, bukan kalimat yang harus diucapkan persis.

Dengan cara itu, jawaban akan terdengar lebih natural dan dapat menyesuaikan dengan arah percakapan.

Jangan Menjelekkan Perusahaan atau Atasan Sebelumnya

Pertanyaan tentang pekerjaan sebelumnya hampir selalu mungkin muncul.

Jika alasan pindah kerja ditanyakan, sampaikan secara profesional. Fokus pada pengalaman, perkembangan karier, tantangan baru atau alasan ingin mencari lingkungan yang lebih sesuai.

Hindari menjadikan interview sebagai tempat menceritakan konflik dengan mantan atasan atau membongkar persoalan internal perusahaan sebelumnya.

Cara seseorang berbicara tentang tempat kerja lama dapat memberikan gambaran mengenai sikap profesionalnya.

Tunjukkan Apa yang Bisa Anda Berikan

Perusahaan tentu ingin mengetahui kemampuan calon karyawan. Namun, kemampuan akan lebih meyakinkan jika disertai bukti.

Pengalaman proyek, pencapaian, portofolio, sertifikasi atau pekerjaan yang pernah diselesaikan dapat menjadi bahan pembicaraan.

Jangan hanya mengatakan, “Saya mampu bekerja dalam tim.”

Lebih kuat jika dijelaskan dengan contoh proyek apa yang pernah dikerjakan, apa peran calon karyawan, persoalan yang dihadapi dan hasil yang dicapai.

Dalam posisi ini interview bukan lagi sekadar menjelaskan siapa diri kita. Kandidat karyawan sedang menunjukkan nilai yang bisa diberikan kepada perusahaan.

Bijak Membicarakan Gaji

Pembahasan gaji merupakan bagian penting dalam proses rekrutmen. Pelamar berhak mengetahui kompensasi dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan.

Namun, waktu dan cara menyampaikannya perlu diperhatikan.

Jika pewawancara membuka pembicaraan mengenai gaji, sampaikan ekspektasi berdasarkan pengalaman, kompetensi, tanggung jawab posisi dan kisaran pasar yang relevan.

Jika belum dibahas, tidak perlu menjadikan pertanyaan tentang gaji sebagai pembuka atau fokus utama interview.

Profesionalisme bukan berarti menghindari pembicaraan mengenai kompensasi. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan antara membicarakan nilai pekerjaan dan menunjukkan ketertarikan terhadap tanggung jawab yang akan dijalankan.

Siapkan Pertanyaan untuk Pewawancara

Interview bukan komunikasi satu arah.

Ketika diberikan kesempatan bertanya, manfaatkan untuk menggali informasi yang memang penting. Misalnya mengenai tanggung jawab posisi, target kerja, struktur tim, indikator keberhasilan atau proses kerja pada posisi tersebut.

Pertanyaan yang relevan menunjukkan bahwa pelamar juga sedang mempertimbangkan apakah posisi tersebut sesuai dengan kemampuan dan tujuan kariernya.

Bahasa Inggris Bisa Menjadi Nilai Tambah

Kemampuan bahasa Inggris semakin relevan pada sejumlah posisi, terutama di perusahaan multinasional, startup, teknologi, pariwisata, perbankan dan bisnis yang memiliki hubungan dengan pasar internasional.

Tidak semua interview mengharuskan penggunaan bahasa Inggris. Namun, jika posisi yang dilamar memang membutuhkan kemampuan tersebut, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan sederhana sampai menjelaskan pengalaman kerja dalam bahasa Inggris.

Yang lebih penting bukan menggunakan kosakata rumit. Kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan percaya diri justru lebih dibutuhkan.

Akhiri Interview dengan Baik

Ketika wawancara selesai, ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan.

Jika masih ada hal yang ingin diklarifikasi, sampaikan sebelum percakapan benar-benar berakhir. Setelah itu, tunggu informasi mengenai tahapan berikutnya sesuai proses rekrutmen perusahaan.

Sikap profesional tetap perlu dijaga sampai interview selesai.

Jika Belum Berhasil, Evaluasi

Tidak semua interview berakhir dengan penerimaan kerja. Penolakan bukan berarti seluruh kemampuan yang dimiliki tidak cukup.

Evaluasi bagian yang masih lemah. Apakah jawaban terlalu panjang? Apakah ada pertanyaan yang tidak mampu dijawab? Apakah penjelasan pengalaman kurang konkret? Atau justru masalahnya ada pada posisi yang memang belum sesuai?

Pengalaman dari satu interview dapat menjadi modal untuk interview berikutnya.

Interview kerja pada dasarnya bukan panggung untuk menjadi orang lain. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menunjukkan diri secara profesional, memahami kebutuhan perusahaan, dan menjelaskan apa yang bisa diberikan melalui pengalaman serta kompetensi yang dimiliki. Persiapan yang matang membantu mengurangi rasa cemas sekaligus membuat percakapan berjalan lebih percaya diri dan terarah.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!