Gubernur Muhidin Imbau Warga Kalsel Hemat Listrik 40 Persen

0
GUBERNUR SOAL PLN

Gubernur Kalsel H Muhidin dan Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin memberikan keterangan resmi seputar pemadam bergilir dan imbauan penggunaan listrik 40 persen. (Foto - Redaksi).

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta masyarakat mengurangi penggunaan listrik hingga 40 persen dari pemakaian normal menyusul gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menurut Gubernur Muhidin, gangguan listrik tersebut disebabkan adanya kerusakan pada sejumlah pembangkit, salah satunya di wilayah Kalimantan Tengah yang berdampak terhadap sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.

“Kerusakan di Kalteng itu berasal dari kebocoran PJBL di Muratewa, itu PLTGO. Ini yang terbesar. Selain itu, di Asam-asam juga ada kerusakan, yaitu pada generator,” ujar H Muhidin saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Senin (27/06/2026).

Gubernur menjelaskan, perbaikan sejumlah fasilitas pembangkit masih terus dilakukan dan diperkirakan kondisi kelistrikan akan kembali normal pada awal Agustus mendatang.

“InsyaAllah awal Agustus ini sudah normal kembali,” katanya.

Muhidin mengimbau masyarakat agar ikut membantu mengurangi beban listrik selama proses pemulihan berlangsung. Menurutnya, penghematan energi menjadi langkah penting agar pemadaman bergilir dapat diminimalkan.

“Kepada masyarakat yang mengalami gangguan listrik, kami berharap bersabar sementara. Kalau bisa seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mengurangi penggunaan listrik sekitar 40 persen dari biasanya,” ucapnya.

Ia menegaskan, apabila konsumsi listrik tidak dikurangi, maka potensi terjadinya pemadaman masih dapat terjadi akibat keterbatasan daya yang tersedia.

“Kalau kita tidak menurunkan penggunaan listrik, maka ini akan padam. Tetapi kalau kita bisa mengurangi 40 persen, insyaAllah listrik bisa menyala semuanya dan tidak ada lagi pemadaman,” jelasnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa gangguan listrik turut dirasakan di lingkungan pemerintahan, termasuk di kediamannya. Namun, pihaknya telah menyiapkan genset sebagai cadangan sementara.

“Di tempat kita sendiri, gubernur juga mengalami mati listrik. Ada beberapa jam, tetapi kita punya genset,” ungkap Muhidin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses perbaikan pembangkit dapat segera selesai.

“Mudah-mudahan dengan doa dan kesabaran masyarakat, awal Agustus kondisi sudah baik dan kembali seperti biasa,” pungkasnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!