Purwakarta Percontohan Standarisasi Pemandu Wisata Alam Indonesia
Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta Dani Abdurahman, SH, MH, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Andi Agung M, SH, MM, Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Subkord Standarisasi sekaligus Pembina LPK Elang Khatulistiwa Indonesia Elis Mulia Sundawati, S.Pd, SH, serta Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Subkord Pelatihan dan Pemagangan Eka Fajar Juniar, SE.(Foto Abby).
Kabupaten Purwakarta berpeluang menjadi daerah percontohan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui program Standarisasi Pemandu Wisata Alam Terbuka yang digagas oleh LPK Elang Khatulistiwa Indonesia.
Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga pemandu wisata yang profesional, kompeten, serta memiliki standar pelayanan dan keselamatan dalam mendampingi aktivitas wisata berbasis alam.
Founder LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Abby, menyampaikan bahwa Purwakarta dipilih sebagai salah satu lokasi pilot project karena memiliki potensi wisata alam yang besar sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kompetensi tenaga kerja.
“Alhamdulillah, audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi berjalan dengan baik. Kami mendapatkan sambutan positif untuk mempersiapkan program standarisasi Pemandu Wisata Alam Terbuka yang akan mulai memasuki tahap seleksi dan standardisasi pada September mendatang,” ujar Abby.
Menurutnya, pengembangan pemandu wisata tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Seorang pemandu harus memiliki kemampuan teknis, pemahaman keselamatan wisata alam, komunikasi yang baik, serta wawasan tentang pengelolaan destinasi.
“Pemandu wisata adalah wajah pertama yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Mereka harus memiliki kompetensi agar mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga keamanan wisatawan,” jelasnya.

Apresiasi untuk Dukungan Disnakertrans Purwakarta
Abby memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta yang memberikan ruang kolaborasi dalam pengembangan program tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan keterbukaan Disnakertrans Purwakarta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja, khususnya di sektor pariwisata yang memiliki peluang besar untuk berkembang,” katanya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model pengembangan SDM pariwisata yang bisa diterapkan di daerah lain.
“Harapannya, Purwakarta dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan sektor pariwisata dapat bersinergi menciptakan tenaga profesional yang siap menghadapi perkembangan industri wisata,” tambah Abby.
Dalam audiensi tersebut, LPK Elang Khatulistiwa Indonesia diterima oleh jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta Dani Abdurahman, SH, MH, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Andi Agung M, SH, MM, Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Subkord Standarisasi sekaligus Pembina LPK Elang Khatulistiwa Indonesia Elis Mulia Sundawati, S.Pd, SH, serta Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Subkord Pelatihan dan Pemagangan Eka Fajar Juniar, SE.
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan seleksi peserta, penyusunan standar pelatihan, serta mekanisme pembinaan calon pemandu wisata alam terbuka.
Program ini dirancang untuk menghasilkan tenaga pemandu yang tidak hanya mampu mendampingi wisatawan, tetapi juga memahami prinsip konservasi, keselamatan perjalanan, pelayanan wisata, serta nilai budaya lokal.
Membuka Peluang Kerja Baru
Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja. Namun, pertumbuhan destinasi wisata harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga pendukungnya.
Melalui program standarisasi ini, LPK Elang Khatulistiwa Indonesia berharap lahir generasi baru pemandu wisata yang memiliki kemampuan profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Wisata alam membutuhkan orang-orang yang memahami medan, mencintai lingkungan, dan mampu memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan. Standarisasi ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata Indonesia,” ujar Abby
Dengan dukungan Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, program pilot project ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terbentuknya ekosistem tenaga kerja pariwisata yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Purwakarta tidak hanya memiliki potensi sebagai destinasi wisata, tetapi juga berpeluang menjadi pusat pengembangan kompetensi pemandu wisata alam yang dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia.(Fikri Husaini).
