Dosen Penginspirasi Literasi, Adakah Kini?
Kampus Tidak Hanya Mencetak Sarjana, Tetapi Melahirkan Pemikir
Oleh: Muhammad Risanta
Secangkir kopi di sebuah kafe kawasan Ahmad Yani Km 5,7 Banjarmasin sore itu menjadi awal sebuah perenungan panjang.
Saya duduk santai bersama sahabat saya, Ir. Khuzaimi. Obrolan kami sebenarnya sederhana. Tidak ada agenda resmi, tidak ada forum akademik, apalagi seminar besar. Hanya dua orang dosen yang sedang menikmati waktu lengang di sela kesibukan masing-masing.
Namun, seperti biasa, percakapan antara sesama pendidik sering kali membawa kita pada pertanyaan-pertanyaan besar.
Tentang kampus, mahasiswa, masa depan pendidikan. Dan terutama tentang satu hal yang menurut saya semakin penting adalah literasi.
Saya dan Pak Jimi,begitu saya biasa memanggilnya,memang termasuk orang yang memiliki aktivitas cukup padat. Dunia pendidikan, organisasi, dan aktivitas pengembangan pariwisata membuat waktu luang menjadi sesuatu yang berharga. Karena itu, ketika ada kesempatan bertemu, diskusi ringan sering berubah menjadi ruang bertukar gagasan.
Salah satu topik yang kami bicarakan adalah bagaimana memperkuat kapasitas seorang dosen sebagai pendidik intelektual. Sebab menjadi dosen hari ini tidak cukup hanya datang ke kelas, membuka slide presentasi, menjelaskan teori, lalu memberikan nilai.
Menurut pak Jimi Dosen bukan sekadar penyampai materi, tetapi penjaga nalar serta penggerak rasa ingin tahu.
Dosen adalah seseorang yang seharusnya mampu membuka cakrawala mahasiswa bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dan dari situlah muncul pertanyaan sederhana yang mengilhami saya menulis, masih adakah dosen penginspirasi literasi hari ini?
Dosen Bukan Hanya Mengajar, Tetapi Menghidupkan Pikiran
Pendidikan tinggi sedang berada dalam perubahan besar.
Dunia bergerak cepat. Teknologi berkembang tanpa batas. Informasi datang setiap detik. Kecerdasan buatan, perubahan ekonomi global, dinamika sosial, hingga tantangan dunia kerja membuat perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya menjadi tempat memperoleh ijazah.
Kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan. Namun, di balik perubahan besar itu, ada satu sosok yang tetap memiliki posisi sangat penting bernama dosen.
Dosen bukan hanya orang yang menguasai teori. Dosen adalah figur yang mampu mengubah cara mahasiswa melihat dunia.
Seorang dosen inspiratif tidak hanya bertanya”Apakah mahasiswa saya memahami materi?”
Tetapi juga bertanya “Apakah mahasiswa saya mampu berpikir lebih kritis setelah belajar bersama saya?”
Karena tujuan pendidikan bukan hanya menciptakan manusia yang pintar menjawab soal, tetapi manusia yang mampu membaca persoalan zaman.

Saya Terinspirasi dari Para Senior di STIE Pancasetia
Dalam perjalanan sebagai dosen di STIE Pancasetia Banjarmasin, saya kembali teringat kepada dua sosok senior yang pernah menjadi dosen saya ketika menempuh pendidikan S1. Mereka adalah Bapak Rofinus Leki dan Bapak Abd Munir.
Dulu mereka adalah dosen yang mengajar saya. Kini, mereka adalah kolega sekaligus rekan seperjuangan dalam dunia akademik.
Ada satu hal yang membuat saya kagum dari keduanya yakni semangat literasi. Mereka tidak berhenti berbicara tentang ilmu hanya di ruang kelas.
Mereka menulis, lalu berbagi gagasan. Mereka menghadirkan perspektif akademik melalui berbagai tulisan di media, termasuk EconomicTravelling.Com.
Hampir setahun terakhir, kami sering berdiskusi dan berkolaborasi dalam berbagai ide tulisan. Bahkan ada rencana menyelesaikan proyek menulis bersama dan seminar sebagai ruang berbagi pengetahuan kepada masyarakat.
Bagi saya, keduanya adalah contoh nyata bahwa dosen inspiratif bukan hanya terlihat dari gelar akademik, tetapi dari jejak pemikiran yang mereka tinggalkan.
Karena ilmu yang hanya disimpan akan berhenti pada dirinya sendiri. Tetapi ilmu yang ditulis dan dibagikan akan menjadi warisan.
Apa Itu Dosen Penginspirasi?
Dosen penginspirasi adalah pendidik yang tidak berhenti pada aktivitas transfer ilmu. Mereka hadir sebagai mentor, teladan, sekaligus pembuka wawasan serta mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis.
Mereka menghargai perbedaan pendapat. Mereka juga menghubungkan teori dengan realitas kehidupan.
Dan yang paling penting, mereka membuat mahasiswa percaya bahwa dirinya memiliki potensi untuk berkembang.
Ada beberapa karakter utama dosen penginspirasi.

Pertama, Mampu Mendengarkan Mahasiswa
Dosen inspiratif bukan dosen yang selalu merasa paling benar. Ia membuka ruang dialog dan memberi kesempatan mahasiswa menyampaikan pendapat tanpa takut disalahkan.
Sebab mahasiswa bukan sekadar penerima ilmu, tetapi generasi yang sedang belajar membangun perspektif.
Gagasan besar sering lahir dari ruang diskusi. Dosen yang mau mendengar akan menciptakan suasana akademik yang hidup.
Mahasiswa tidak merasa hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari proses intelektual.
Kedua, Menjadi Motivator di Tengah Krisis Semangat Belajar
Tantangan mahasiswa hari ini berbeda dengan masa lalu. Budaya instan, banjir informasi, dan perubahan gaya hidup digital sering membuat sebagian mahasiswa kehilangan daya juang.
Makanya wajar jika dalam posisi ini dosen memiliki peran penting.Mereka Dosen bukan hanya memberikan tugas, namun harus mampu menjelaskan mengapa ilmu itu penting.
Mahasiswa harus memahami bahwa belajar bukan sekadar mengejar nilai, tetapi investasi membangun masa depan. Dosen inspiratif mampu menyalakan kembali semangat mahasiswa yang mulai kehilangan arah.
Ketiga, Menjaga Komitmen dan Integritas
Menjadi dosen bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah tanggung jawab intelektual. Dosen harus memiliki konsistensi antara ucapan dan tindakan.
Jika berbicara tentang budaya membaca, maka dosen harus menunjukkan bahwa dirinya juga membaca.
Jika mengajak mahasiswa menulis, maka dosen harus memberi contoh melalui karya. Jika berbicara tentang inovasi, maka dosen harus berani menghasilkan gagasan baru.
Sebab mahasiswa tidak hanya mendengar apa yang disampaikan dosen. Mereka melihat bagaimana dosen menjalani kehidupannya.
Dosen Sebagai Teladan
Seorang dosen adalah figur yang diamati, karena cara berbicara, bersikap dan menghargai orang lain. Semua menjadi pembelajaran bagi mahasiswa. Karakter seorang dosen akan menjadi cermin bagi generasi yang dididiknya.
Hal terpenting pula dosen itu sebagai agen perubahan, karena yang inspiratif selalu melihat masa depan.
Ia tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi ujian semester. Tetapi mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan.
Karena dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar lulusan yang memiliki gelar.
Dunia membutuhkan manusia yang mampu berpikir, beradaptasi, berinovasi hingga mampu memberikan solusi.
Dosen penginspirasi literasi, adakah kini?
Jawabannya ada. Mereka mungkin tidak selalu tampil di panggung besar. Mereka mungkin tidak selalu viral di media sosial.
Tetapi mereka hadir di ruang kelas, di perpustakaan, di forum diskusi, dan di balik tulisan-tulisan yang terus menyala.
Mereka adalah para dosen yang percaya bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan ilmu.
Sesungguhnya seorang dosen tidak hanya meninggalkan nilai di lembar akademik. Dosen akan meninggalkan jejak dalam pikiran dan kehidupan manusia yang pernah dididiknya. Beruntunglah kita mendapat ilmu dan pengetahuan dari para dosen.
Penulis adalah Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin | Jurnalis Transmedia Group (CNN Indonesia) | Ahli Pers Dewan Pers
