Kenapa Orang yang Suka Jalan Kaki Cenderung Lebih Sehat?

0
JALAN SEHAT

Foto Ilustrasi - Jalan Kaki Bikin Sehat. (Foto - Dok Economic Travelling.Com).

Oleh: Olpah Sari

Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi, saya sering melihat pemandangan yang sama. Ada bapak-bapak yang berjalan santai sambil mengobrol, ibu-ibu dengan topi lebar yang melangkah penuh semangat, hingga anak-anak muda yang memilih berjalan kaki daripada mengendarai motor untuk jarak yang dekat.

Mereka bukan atlet, juga bukan peserta lomba maraton.Mereka berjalan yang sering saya temui di kawasan Tebet Barat, Jakarta, tempat dulu saya kos. Atau ketika kampung halaman di kawasan Jalan Sudirman dan Piere Tendean Banjarmasin (Nol Kilometer dan Menara Pandang). Keren, mereka hanya Mereka hanya berjalan.

Menariknya, banyak di antara mereka terlihat tetap bugar meski usia sudah melewati 50 tahun. Jarang mengeluh sakit, tetap aktif berkebun, mengantar cucu ke sekolah, bahkan masih sanggup naik turun tangga tanpa terengah-engah.

Saya kemudian bertanya dalam hati, benarkah jalan kaki sesederhana itu manfaatnya?

Jawabannya ternyata, ya. Bahkan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Jalan Kaki Itu Murah, tetapi Khasiatnya Mahal

Di zaman ketika orang rela membeli alat olahraga jutaan rupiah atau mendaftar pusat kebugaran dengan biaya yang tidak sedikit, sebenarnya ada olahraga yang hampir gratis.

Namanya jalan kaki, karena tidak perlu alat khusus, apalagi membutuhkan lapangan segala.Bahkan sederhananya jalan kaki itu tidak harus memiliki kemampuan atletik.

Yang dibutuhkan hanya sepasang sepatu yang nyaman dan kemauan untuk melangkah.

Justru karena sederhana itulah jalan kaki menjadi olahraga yang paling mudah dilakukan siapa saja, mulai dari remaja hingga lansia.

Tubuh Kita Memang Dirancang untuk Bergerak

Ada satu kebiasaan masyarakat modern yang tanpa disadari menjadi musuh kesehatan. Terlalu banyak duduk. Berangkat kerja naik kendaraan.Kemudian kalau di kantor duduk berjam-jam, sedangkan pulang kantor atau kerja kembali duduk.

Di rumah masih duduk menonton televisi atau bermain gawai.

Padahal tubuh manusia sejak ribuan tahun lalu dirancang untuk bergerak.

Ketika kita berjalan, hampir seluruh sistem tubuh ikut bekerja.

Jantung memompa darah lebih baik. Paru-paru mengambil oksigen lebih banyak. Otot kaki menjadi kuat dan sendi bergerak lebih leluasa. Bahkan otak pun memperoleh pasokan darah dan oksigen yang lebih optimal.

Tidak heran bila orang yang rutin berjalan kaki cenderung memiliki daya tahan tubuh lebih baik.

 

Foto Ilustrasi – Keluarga Syahri yanto Ruslan di Banjarmasin rutin olahraga pagi seperti jogging maupun jalan-jalan pagi. (Foto – Dok Syahriyanto Ruslan).

Jantung Menjadi Sahabat Jalan Kaki

Dokter sering mengatakan bahwa jantung ibarat mesin kendaraan. Kalau mesin jarang dinyalakan, performanya justru menurun.

Begitu pula jantung. Saat kita berjalan kaki selama 30 hingga 45 menit, detak jantung meningkat secara bertahap.

Pembuluh darah menjadi lebih elastis dan aliran darah semakin lancar. Kolesterol jahat berkurang, sedangkan kolesterol baik meningkat. Efeknya tidak langsung terasa dalam sehari.

Namun jika dilakukan terus-menerus, manfaatnya luar biasa.

Risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi dapat menurun secara signifikan. Berbagai lembaga kesehatan juga merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan kaki sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat.

Tidak harus Berlari untuk menjadi sehat. Banyak orang mengira olahraga harus berat agar bermanfaat. Padahal tidak selalu demikian.

Jalan kaki termasuk olahraga low impact, artinya tidak memberikan tekanan berlebihan pada lutut maupun pergelangan kaki.

Karena itu olahraga ini sangat cocok bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Tulang tetap mendapat rangsangan sehingga kepadatannya terjaga. Otot-otot kaki menjadi lebih kuat. Sendi juga tetap aktif bergerak sehingga tidak mudah kaku.

Inilah sebabnya banyak dokter justru menyarankan pasiennya mulai berjalan kaki daripada langsung berlari.

Pernahkah Anda merasa pikiran lebih ringan setelah berjalan sore?

Ternyata itu bukan perasaan semata. Saat berjalan kaki, tubuh melepaskan hormon endorfin, yaitu hormon yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan.

Endorfin membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, menekan kecemasan, bahkan membuat tidur lebih nyenyak.

Tidak mengherankan jika banyak orang memilih berjalan kaki di taman atau ruang terbuka hijau setelah seharian bekerja.

Bukan hanya tubuh yang sedang berolahraga. Pikiran juga sedang “beristirahat”.

Jalan Kaki Bukan Obat Ajaib

Perlu dipahami, jalan kaki bukan obat yang bisa menyembuhkan semua penyakit dalam semalam.

Namun, jalan kaki adalah salah satu bentuk investasi kesehatan terbaik.

Aktivitas sederhana ini terbukti membantu mencegah maupun mendukung pengelolaan berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, osteoporosis, obesitas, hingga gangguan kecemasan dan depresi bila dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Karena itu dokter hampir selalu memasukkan aktivitas fisik sebagai bagian dari terapi pasien.Bukan tanpa alasan, karena tubuh memang membutuhkan gerak.

Tidak Perlu Mengejar Sepuluh Ribu Langkah

Ada anggapan bahwa seseorang harus berjalan 10.000 langkah setiap hari. Padahal angka itu bukan aturan mutlak.

Bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, target sekitar 5.000 hingga 7.000 langkah per hari sudah memberikan manfaat kesehatan yang sangat baik apabila dilakukan secara rutin.

Kalau belum mampu berjalan selama 30 menit sekaligus, tidak masalah. Mulailah dari 10 menit, lalu bertambah menjadi 15 menit.Bertahap kemudian hingga 20 sampai 30 menit dan tubuh akan menyesuaikan. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan kecepatan.

Ada beberapa kebiasaan kecil yang sering diabaikan.Gunakan sepatu yang nyaman. Berdirilah tegak.

Pandangan mengarah ke depan, bukan terus menunduk ke layar telepon genggam. Ayunkan tangan secara alami.

Mulailah dengan pemanasan ringan selama beberapa menit agar otot tidak kaget.

Jika memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan sendi yang berat, berkonsultasilah dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga baru.

Melangkah hari ini untuk kesehatan esok, karena kesehatan bukanlah hasil dari satu keputusan besar.

Kesehatan lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.

Segelas air putih setiap pagi. Tidur yang cukup dan makan yang lebih seimbang. Satu yang penting adalah berjalan kaki.Barangkali kita tidak langsung merasakan manfaatnya hari ini.

Namun lima atau sepuluh tahun mendatang, tubuh akan berterima kasih atas setiap langkah yang pernah kita ambil.

Karena sesungguhnya, jalan kaki bukan hanya membawa kita menuju suatu tempat.

Ia juga membawa kita menuju usia yang lebih sehat, pikiran yang lebih tenang, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Maka, jika hari ini masih ada waktu luang, cobalah keluar rumah sejenak.

Tidak perlu jauh apalagi terburu-terburu, cukup melangkah saja. Sebab sering kali, resep hidup sehat dimulai dari langkah pertama.

Penulis adalah Jurnalis dan Pemimpin Umum Media Economic Travelling.Com.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!