Bangun Awareness Jadi Langkah Awal Strategi Promosi Produk di Media Sosial

0
MAHASISWA WEBINAR MARKETING

Foto - Dok Economic Travelling.Com.

Promosi produk di media sosial tidak selalu harus dilakukan dengan cara hard selling. Sebaliknya, pendekatan soft selling melalui edukasi dan penyampaian cerita dinilai lebih efektif untuk membangun kedekatan dengan calon konsumen, terutama bagi produk lokal yang belum dikenal luas.

Hal ini mengemuka dalam  Webinar Social Media Strategist bersama Radipa Hub, menghadirkan Alifa Azzwadina, Sosial Media dan Campaign Strategis BCA & Uniqlo Indonesia, Kamis malam (09/07/2026).

Dalam pemaparan mengenai strategi media sosial, Alifa menjelaskan bahwa langkah pertama sebelum menjalankan promosi adalah membangun brand awareness, yakni memperkenalkan produk kepada masyarakat agar mereka memahami apa yang ditawarkan dan mengapa produk tersebut berbeda dari yang lain.

“Sebagai contoh, apabila pelaku usaha ingin memasarkan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, masyarakat perlu terlebih dahulu mengetahui apa itu Sasirangan, bagaimana sejarahnya, perbedaan dengan batik, hingga makna di balik setiap motifnya,” ungkap Alifa.

 

Foto Ilustrasi – Ngonten produk bagi mahasiswa tentang materi kuliah dan produk (Foto – Risanta).

Ditambahkanya edukasi tersebut dapat dikemas dalam bentuk cerita yang menarik sehingga audiens tidak merasa sedang menerima iklan.

Pendekatan serupa juga dapat diterapkan pada produk kuliner lokal. Sebelum menawarkan produk olahan ikan patin atau amplang, pelaku usaha perlu memastikan apakah masyarakat sudah mengenal bahan baku maupun keunikan produk tersebut.

Jika belum, maka konten edukatif menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman konsumen.

Strategi ini merupakan bagian dari tahap awareness dalam marketing funnel, yaitu memperkenalkan produk sebelum mengajak konsumen mempertimbangkan hingga akhirnya melakukan pembelian.

Konten yang digunakan pun tidak harus berupa poster atau desain promosi. Berbagai format kreatif, seperti video pendek, cerita visual, hingga mengikuti tren di media sosial seperti TikTok, dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk secara lebih menarik.

“Yang terpenting, pesan mengenai identitas dan keunggulan produk tetap tersampaikan kepada audiens,” katanya lagi.

Selain itu, penyusunan strategi konten harus diawali dengan memahami target audiens. Pelaku usaha perlu mengetahui sejauh mana calon konsumen mengenal produk yang akan dipasarkan.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara, seperti fitur polling di Instagram, survei menggunakan Google Form, maupun pertanyaan sederhana melalui media sosial.

Hasil survei tersebut menjadi dasar untuk menyusun konten yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Jika mayoritas belum mengenal produk, maka fokus utama adalah memberikan edukasi.

“Sebaliknya, jika produk sudah cukup dikenal, strategi dapat diarahkan untuk mendorong minat beli melalui promosi dan penawaran yang lebih spesifik,” sebut Alifa menjawab pertanyaan para peserta webinar.

Alifa juga menyebutkan melalui pendekatan tersebut, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana berjualan, tetapi juga menjadi media edukasi yang mampu membangun kepercayaan, memperkuat identitas produk lokal, serta meningkatkan peluang terjadinya pembelian dan loyalitas pelanggan.

Penggiat Komunikasi Visual, Syarif Banua menyebutkan kegiatan webinar selama dua hari dengan menghadirkan dua pembicara nasional, Alifa Azzwadina dan Hilary Ligina salah satu upaya komunitas penggiat media kreatif yang tergabung dalam Pradipa, mendorong peningkatan kapasitas mereka yang mau belajar tentang digital marketing dan public speaking guna menunjang kreativitas dan produktivitas.

“Harapan kita melalui kerjasama dan webinar ini ada nilai plus bagi anak muda maupun mereka yang terjun di industri kreatif termasuk UMKM.Melalui pembelajaran ini kita semua bisa berkembang dan turut memajukan Banua,” kata pria yang sehari-hari seorang atlit lari. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!