Sekda Kalsel: Distribusi Pangan Harus Diperkuat
Ketua Komisi IV DPR RI dan Dirut Bulog serta Sekdaprov Kalsel di sela-sela kegiatan Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI ke Gudang Pangan Bulog di Banjarbaru. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menekankan pentingnya penguatan sistem distribusi pangan pasca revitalisasi gudang Perum Bulog di Komplek Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Ia menilai, keberadaan infrastruktur penyimpanan yang lebih memadai harus diikuti dengan sistem distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat petani dan masyarakat.
Menurutnya, penguatan gudang Bulog bukan hanya menambah kapasitas penyimpanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Karena itu, aspek distribusi menjadi kunci agar stok yang tersedia dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, terutama pada saat musim panen maupun kondisi fluktuasi harga.
“Yang kita dorong bukan hanya soal kapasitas penyimpanan, tetapi bagaimana distribusi pangan ini bisa berjalan lebih efektif. Stok yang ada harus bisa bergerak cepat dari gudang ke pasar, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan tetap terjaga,” ujar Syarifuddin disela-sela kegiatan Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Jumat (03/07/2026).
Ia juga menegaskan Kalimantan Selatan saat ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Pulau Kalimantan, dengan capaian surplus produksi beras yang cukup signifikan. Kondisi tersebut harus didukung dengan sistem logistik yang kuat agar tidak terjadi hambatan dalam rantai pasok.
“Dengan surplus yang kita miliki, tantangannya adalah pada distribusi dan pengelolaan stok. Karena itu, penguatan sistem ini menjadi sangat penting untuk menjaga Kalsel sebagai lumbung pangan,” tambahnya.
Syarifuddin menyebut, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, serta Perum Bulog menjadi faktor utama dalam memperkuat sistem pangan nasional. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan rantai pasok berjalan lebih efisien dari hulu hingga hilir.
Ia juga berharap revitalisasi gudang Bulog di Banjarbaru dapat diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung lainnya, sehingga tidak hanya memperkuat penyimpanan, tetapi juga mempercepat proses distribusi ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
“Harapan kita, sistem ini semakin terintegrasi. Mulai dari petani, penyimpanan, sampai distribusi ke masyarakat bisa berjalan lebih baik,” tutupnya.(Olpah Sari).
