Kolaborasi Duta Tiwi-FMI Tingkatkan Profesionalisme Pemandu

0
MOU 1

Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (Duta Tiwi) dan Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) resmi menjalin kerja sama strategis . (Foto - Abby).

Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (Duta Tiwi) dan Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) resmi menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan profesionalisme pemandu wisata gunung di Indonesia melalui pengembangan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (27/06/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Pembina Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (Duta Tiwi), Trisha Sastrodimedjo dan Ketua Umum Federasi Mountaineering Indonesia, Mayjen TNI Marinir (Purn.) Buyung Lalana, S.E.,.

Melalui kesepakatan ini, kedua organisasi sepakat memperkuat sinergi dalam penyusunan standar kompetensi, pengembangan pelatihan, serta sertifikasi kepemanduan wisata gunung yang mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, dan tanggung jawab.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di sela-sela Rakernas PB FMI 2026. (Foto – Abby).

FMI sebagai organisasi yang menaungi kegiatan mountaineering di Indonesia akan memberikan dukungan berupa kepakaran, sumber daya manusia, serta penerapan Kode Etik Mountaineering Indonesia sebagai rujukan dalam pengembangan standar dan sertifikasi kompetensi pemandu wisata gunung.

Selain itu, FMI juga akan berkontribusi dalam penyediaan tenaga pengajar dan pendampingan program pelatihan berkelanjutan melalui Lembaga Pelatihan Kerja Elang Khatulistiwa Indonesia.

Sementara itu, Duta Tiwi akan memfasilitasi pelaksanaan teknis program pelatihan dan sertifikasi di lapangan, termasuk membangun koordinasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, serta jaringan pemandu wisata gunung di berbagai daerah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan pemandu wisata gunung yang memiliki kompetensi terstandar, memahami etika kepemanduan, serta mampu memberikan layanan yang aman dan berkualitas kepada wisatawan,” Abby dari Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (Duta Tiwi).

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam dan aktivitas pendakian, keberadaan pemandu yang profesional dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menjamin keselamatan wisatawan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Nota Kesepahaman antara FMI dan Duta Tiwi berlaku selama tiga tahun dan akan dievaluasi secara berkala sedikitnya satu kali dalam setahun guna memastikan efektivitas pelaksanaan program kerja sama.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem wisata petualangan Indonesia yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berstandar nasional maupun internasional.(Fikri Husaini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!