Subhan Wibisono, Menjaga Gelombang Radio di Era Digital

0
SUBHAN WIBISONO DKK

Subhan Wibisono "Bani" (Kaos Putih), bersama Tim Podcast Journalist+ usai syuting di Hotel FUGO Banjarmasin. (Foto - Olpah Sari).

Pada edisi ketiga Podcast Journalist+, tiga host yakni Muhammad Risanta, Anang Fadillah, dan Riswan Irfani menghadirkan sosok yang tidak asing lagi di dunia penyiaran Kalimantan Selatan, yakni Subhan Wibisono atau yang akrab disapa Bani.

Nama Subhan Wibisono dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu figur yang cukup diperhitungkan dalam industri broadcasting di Banua.

Di tangan pria berambut gondrong berdarah Betawi ini, SUN FM Banjarmasin terus bertransformasi menjadi media yang relevan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Perjalanan Bani di dunia radio bukanlah sesuatu yang instan. Ia telah berkecimpung di industri penyiaran sejak awal tahun 2000-an.

Kariernya dimulai di Jakarta, kota yang menjadi tempatnya menimba pengalaman sekaligus mengasah kemampuan sebagai penyiar dan insan kreatif radio.

Selama lebih dari dua dekade berkarier, Bani tercatat pernah mengabdi di sembilan stasiun radio swasta dengan berbagai posisi, mulai dari penyiar, tim kreatif, hingga manajerial. Pengalaman panjang itulah yang kemudian membentuk karakter kepemimpinannya dalam mengelola media.

 

Station Manajer SUN FM, Subhan Wibisono saat syuting Podcast Journalist+ di Hotel FUGO Banjarmasin. (Foto – Olpah Sari).

Pada tahun 2016, Bani memutuskan hijrah ke Banjarmasin. Keputusan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Di Kota Seribu Sungai, ia kemudian menambatkan hati di SUN FM Banjarmasin dan terus menorehkan berbagai inovasi hingga dipercaya memegang amanah sebagai Station Manager.

SUN FM sendiri merupakan salah satu radio swasta terkemuka di Banjarmasin yang mengudara pada frekuensi 103,5 MHz. Radio yang sebelumnya bernama Radio Allina ini berdiri pada tahun 2008 dan sejak awal hadir untuk meramaikan industri penyiaran di Kalimantan Selatan.

Dengan konsep cross-platform, SUN FM menyasar pendengar muda yang aktif dan dinamis, atau yang akrab disebut Sun People. Berbagai sajian musik Indonesia, K-Pop, hingga lagu-lagu internasional menjadi menu utama yang dipadukan dengan informasi terkini serta program hiburan kreatif dan interaktif.

Di bawah kepemimpinan Bani, SUN FM tidak hanya mempertahankan identitasnya sebagai radio anak muda, tetapi juga berkembang menjadi media yang mampu menjangkau lintas generasi, mulai dari Baby Boomer, Generasi X, Milenial hingga Generasi Z.

Bagi Bani, radio bukan sekadar medium hiburan. Lebih dari itu, radio harus menjadi ruang edukasi, inspirasi, sekaligus perekat sosial bagi masyarakat. Karena itulah, berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari penguatan konten kreatif, integrasi media sosial, hingga pengembangan platform digital agar tetap dekat dengan pendengar.

Menariknya, meskipun memiliki darah Betawi, kecintaan Bani terhadap budaya Banjar begitu besar. Ia percaya bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merawat dan melestarikan kebudayaan daerah. Kecintaan tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan talk show seni budaya Banua yang rutin hadir di SUN FM.

Di balik kesibukannya sebagai pimpinan media, Bani dikenal sebagai pribadi sederhana, terbuka, dan mudah bergaul. Rekan-rekannya menyebut ia sebagai sosok yang nyaris tak pernah kehabisan ide. Kreativitas menjadi napas dalam kesehariannya. Ia selalu mencari inspirasi dari berbagai tempat, berdiskusi dengan banyak orang, serta terus mengikuti perkembangan tren media dan gaya hidup generasi muda.

Bagi Subhan Wibisono, keberhasilan sebuah media tidak hanya diukur dari jumlah pendengar maupun capaian bisnis. Media, menurutnya, harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, serta menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

Dengan pengalaman panjang, semangat inovasi, dan kecintaannya terhadap budaya lokal, Subhan Wibisono menjadi representasi insan penyiaran modern yang berhasil menjembatani perkembangan teknologi dengan pelestarian budaya. Sebuah perpaduan yang menjadikan dirinya sebagai salah satu figur inspiratif dalam dunia broadcasting di Banua.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!