Kemenpar Kejar Lonjakan Wisatawan 2027
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhan dan Wakilnya, Ni Luh Puspa (Ni Luh Enik Ermawati) saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.(Foto - Biro Komunikasi Kemenpar).
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Melalui strategi pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, pemerintah membidik kunjungan wisatawan mancanegara hingga 19,1 juta orang dan devisa pariwisata mencapai US$28,6 miliar.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, berbagai program pengembangan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi, serta penguatan industri pariwisata akan terus diperkuat sepanjang tahun depan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar pariwisata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, Kemenpar mengusung tema percepatan pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.
Tema tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri kreatif, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kemenpar akan memfokuskan program pada penyelesaian 10 destinasi prioritas dan pembangunan tiga destinasi regeneratif.
Selain itu, penguatan promosi, pengembangan atraksi wisata, penyelenggaraan event berkualitas, hingga peningkatan kualitas SDM pariwisata menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 17,6 juta hingga 19,1 juta kunjungan pada 2027.
Sementara itu, pengeluaran rata-rata wisatawan asing diproyeksikan meningkat hingga mencapai US$1.497 per kunjungan.
Kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong perolehan devisa sektor pariwisata hingga mencapai US$28,6 miliar atau tumbuh sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tidak hanya wisatawan mancanegara, Kemenpar juga menargetkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,28 miliar perjalanan.
Sektor pariwisata bahkan diproyeksikan mampu menyerap hingga 27,33 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi sebesar 4,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Namun di balik target yang ambisius tersebut, Kemenpar menghadapi tantangan berupa penurunan anggaran. Pagu indikatif kementerian pada 2027 tercatat sebesar Rp1,01 triliun atau turun hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan, program pariwisata mengalami penurunan anggaran hingga 65 persen, sementara program pendidikan dan vokasi turun 46 persen.
Kondisi itu berpotensi memengaruhi sejumlah program strategis, mulai dari promosi internasional, pengembangan desa wisata, peningkatan kapasitas SDM, hingga dukungan terhadap event daerah dan investasi sektor pariwisata.
Kendati demikian, pemerintah optimistis target yang telah ditetapkan tetap dapat dicapai melalui optimalisasi program dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Berbagai program yang dijalankan Kemenpar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil positif.
Salah satunya adalah program desa wisata yang berhasil meningkatkan jumlah desa wisata dalam platform Jadesta menjadi 6.262 desa pada 2026.
Selain itu, 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan yang signifikan hingga mencapai lebih dari 2,3 juta kunjungan pada 2025.
Pertumbuhan kunjungan tersebut berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Pendapatan sektor pariwisata di 50 desa wisata ADWI meningkat dari Rp38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp59,60 miliar pada 2025.
Capaian itu menjadi bukti bahwa pembangunan pariwisata berbasis masyarakat mampu menciptakan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat keberlanjutan destinasi wisata Indonesia.
Dengan target yang semakin tinggi, tahun 2027 menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Indonesia untuk membuktikan kemampuannya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan mencapai target kunjungan wisatawan dan devisa akan menjadi indikator sejauh mana strategi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan mampu menjawab tantangan global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Olpah Sari).
