Komposter Daun Kering, Inovasi Hijau Mahasiswa STIE Pancasetia

0
YONI BU MELANIA UTAMA

Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditunjukkan oleh mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin melalui berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu inovasi tersebut hadir melalui program Komposter Daun Kering, sebuah alat pengolah sampah organik yang digagas oleh mahasiswa Yoni Setiawan sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Inovasi ini berangkat dari permasalahan sederhana yang sering dijumpai di lingkungan kampus, yakni banyaknya daun kering yang berguguran setiap hari. Selama ini, daun-daun tersebut umumnya hanya dikumpulkan dan dibuang.

Melihat kondisi tersebut, Yoni Setiawan berinisiatif mengubah limbah organik tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat melalui pembuatan komposter berbahan drum plastik yang mudah digunakan dan ramah lingkungan.

“Daun kering sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Melalui komposter ini, sampah organik dapat diubah menjadi kompos dan pupuk cair yang bermanfaat untuk tanaman,” ujar Yoni.

Komposter yang dibuat memiliki kapasitas sekitar 120 liter dan dilengkapi sistem ventilasi untuk mempercepat proses penguraian bahan organik.

Daun-daun kering yang telah dicacah dimasukkan ke dalam wadah komposter, kemudian dicampur dengan bahan organik lainnya serta aktivator mikroorganisme.

Dalam waktu sekitar empat hingga enam minggu, proses dekomposisi menghasilkan kompos padat dan pupuk cair organik yang siap digunakan.

Selain membantu mengurangi volume sampah organik, inovasi ini juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan kampus.

Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan taman dan tanaman penghijauan, sementara pupuk cair dapat digunakan sebagai nutrisi tambahan bagi berbagai jenis tanaman.

 

Yoni Setiawan bersama Dosen Pembimbing, Dr Melania di depan lobi kampus STIE Pancasetia Banjarmasin. (Foto – Yoni Setiawan).

Dosen pendamping kegiatan, Dr. Ir. Melania, MP, MM, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata terhadap lingkungan.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi STIE Pancasetia dalam membangun budaya kampus yang peduli terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan yang ada di sekitarnya,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar proyek akademik, komposter daun kering menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis prinsip ekonomi sirkular.

Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan lingkungan.

Dengan langkah sederhana namun berkelanjutan, kesadaran menjaga kelestarian alam dapat tumbuh dan menjadi budaya bersama.

Melalui inovasi Komposter Daun Kering, STIE Pancasetia Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mencetak generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kelola Sampah Organik, Ciptakan Lingkungan Bersih, Hijau, dan Sehat.” Slogan tersebut menjadi semangat yang terus dihidupkan melalui karya dan aksi nyata mahasiswa STIE Pancasetia untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!