Tak Sekadar Gowes, Ini Ekspedisi Menikmati Alam Balangan

0
LIYU BALANGAN

Minggu pagi di Kecamatan Halong terasa berbeda. Puluhan pesepeda mengayuh perlahan meninggalkan Desa Bata, menembus jalanan yang berkelok menuju Desa Liyu.

Udara pegunungan yang sejuk menyambut sejak awal perjalanan, sementara hamparan hijau perbukitan membentang sejauh mata memandang.

Bagi peserta Gowes Bersama KBC Club, perjalanan ini bukan sekadar olahraga akhir pekan.

Ini adalah sebuah ekspedisi kecil untuk menikmati sisi lain Kabupaten Balangan yang masih alami, tenang, dan menyimpan pesona yang belum banyak tersentuh.

Sepanjang perjalanan, para goweser disuguhi panorama khas Pegunungan Meratus.

Kabut tipis yang masih menggantung di lereng bukit, suara burung dari balik rimbunnya pepohonan, serta hamparan ladang dan perkampungan warga menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

Tanjakan demi tanjakan memang menguras tenaga. Namun setiap kayuhan seakan terbayar lunas ketika pemandangan alam terbuka di depan mata.

Sesekali peserta berhenti untuk mengabadikan momen, menikmati udara segar, atau sekadar memandang perbukitan yang berdiri megah mengelilingi kawasan Halong.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan wisata Watu Badinding, destinasi yang menjadi titik akhir sekaligus puncak petualangan hari itu.

Di lokasi tersebut, para peserta menikmati suasana alam yang masih terjaga, ditemani gemericik air dan hijaunya vegetasi khas pegunungan.

Anggota KBC Club, Ahmad Rifai, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan agenda perdana sejak komunitas itu terbentuk.

“Alhamdulillah antusiasme peserta sangat luar biasa. Kami tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati langsung keindahan alam Balangan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

 

Tim KBC siap-siap menjelajahi kawasan Liyu desa wisata berbasis alam dan budaya adat. Desa ini dihuni oleh sub-suku Dayak Deah dan menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Balangan. (Foto-Ranto Timur).

Menurutnya, jalur menuju Desa Liyu menawarkan pengalaman yang lengkap bagi para pesepeda. Tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga memanjakan mata dengan panorama alam yang memikat.

Koordinator kegiatan, Ratno Timur, menilai wisata olahraga seperti gowes memiliki potensi besar untuk menjadi sarana promosi daerah.

Melalui aktivitas yang sederhana, peserta dapat merasakan langsung keindahan alam sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Balangan memiliki banyak destinasi yang menarik untuk dijelajahi. Gowes menjadi cara yang menyenangkan untuk menikmati alam sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah,” katanya.

Desa Liyu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang menyimpan pesona alam Pegunungan Meratus.

Lanskap perbukitan yang hijau, udara yang sejuk, serta budaya masyarakat yang masih terjaga menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta alam dan petualangan.

Bagi para peserta, perjalanan hari itu bukan sekadar mencapai garis finis di Watu Badinding. Lebih dari itu, mereka membawa pulang pengalaman tentang keindahan Balangan yang mungkin selama ini terlewatkan.

Di atas sadel sepeda, mereka menemukan bahwa petualangan tidak selalu harus dilakukan jauh dari rumah.

Kadang-kadang, keindahan terbesar justru berada di jalur-jalur sunyi yang membelah perbukitan, di antara desa-desa yang masih menjaga keasrian alamnya, dan di tempat-tempat yang mengajarkan bahwa perjalanan adalah cara terbaik untuk mengenal sebuah daerah.

Dan di Halong, petualangan itu dimulai dari setiap kayuhan menuju Liyu.(Muhammad Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!