JOURNALIST+ Hadir Sebagai Wadah Dialog Inspiratif

0
PODCAST JILID SATU

Wadah Satukan Kembali Penyiar Era 90-an

Dunia jurnalistik dan penyiaran di Kalimantan Selatan kembali menghadirkan ruang diskusi baru melalui program podcast JOURNALIST+, sebuah transformasi dan pengembangan dari program Jurnalis On Air yang sebelumnya dikenal sebagai wadah dialog publik berbagai isu strategis.

Podcast ini menghadirkan perpaduan pengalaman jurnalistik, pendidikan, seni, dan penyiaran dalam satu forum yang dikemas secara santai namun berbobot.

Dipandu oleh Anang Fadillah sebagai host, JOURNALIST+ menghadirkan dua narasumber utama, yakni Riswan Irfani, praktisi pendidikan, penggiat seni, sekaligus mantan jurnalis, serta Muhammad Risanta, Jurnalis Senior CNN Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers.

Menariknya, kehadiran JOURNALIST+ tidak sekadar menjadi ruang diskusi isu publik, tetapi juga menjadi ajang reuni intelektual para penyiar dan insan media era 1990-an yang pernah mewarnai dunia penyiaran radio dan media massa di Kalimantan Selatan.

Dalam episode perdananya, berbagai topik dibahas mulai dari perkembangan dunia jurnalistik, tantangan media di era digital, pelestarian seni dan budaya daerah, hingga pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus media sosial.

Host JOURNALIST+, Anang Fadillah, mengatakan bahwa podcast ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang dialog yang mampu menginspirasi masyarakat sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman dari para pelaku media yang telah lama berkecimpung di dunia informasi.

“JOURNALIST+ bukan sekadar podcast. Ini adalah ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan inspirasi dari para praktisi yang telah melewati berbagai fase perkembangan media, mulai dari era radio, surat kabar, televisi, hingga media digital,” ujarnya di studio Indoor JOURNALIST+ di kawasan Sultan Banjarmasin.

 

Tiga Serangkai Pendiri Podcast JOURNALIST+, Riswan Irfani, Muhammad Risanta dan Anang Fadhillah. (Foto – M.Irfani).

Sementara itu, Riswan Irfani menilai bahwa transformasi media saat ini harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya dan pendidikan. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai budaya, memperkuat pendidikan, dan membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Risanta menegaskan profesi jurnalis harus tetap berpegang pada prinsip independensi, akurasi, dan kepentingan publik meskipun menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.

“Teknologi boleh berubah, platform boleh berganti, tetapi nilai dasar jurnalistik tetap sama, yaitu menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya mengomentari kehadiran Podcast ini.

Melalui format diskusi yang ringan namun mendalam, JOURNALIST+ diharapkan menjadi referensi baru bagi masyarakat yang ingin memperoleh perspektif berbeda mengenai isu ekonomi, pendidikan, budaya, pariwisata, media, dan pembangunan daerah.

Lebih dari itu, podcast ini menjadi simbol pertemuan kembali para penyiar dan insan media era 90-an yang kini tetap aktif berkarya di berbagai bidang profesi. Pengalaman panjang mereka menjadi modal penting untuk menghadirkan dialog yang kaya wawasan sekaligus relevan dengan tantangan zaman.

Dengan mengusung tagline “Informing, Inspiring, Impacting”, JOURNALIST+ hadir sebagai ruang kolaborasi gagasan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa depan, sekaligus memperkuat peran media sebagai sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia.(Muhammad Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!