Menjaga Meratus, Menguatkan Pariwisata Kalimantan Selatan

0
GEOPARK MERATUS - HPI KALSEL

Pegunungan Meratus bukan sekadar bentang alam yang membelah Kalimantan Selatan.

Di balik gugusan perbukitan hijau, sungai, hutan tropis, hingga kekayaan budaya masyarakat adatnya, Meratus menyimpan identitas sekaligus masa depan pariwisata Banua.

Karena itu, menjaga Meratus sejatinya bukan hanya tentang melestarikan alam, tetapi juga memperkuat fondasi pariwisata Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.

Komitmen besar tersebut kini diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Badan Pengelola (BP) Geopark Meratus bersama DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Selatan.

Kedua pihak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Banjarbaru sebagai langkah konkret membangun tata kelola pariwisata yang lebih profesional, edukatif, dan berorientasi jangka panjang.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum BP Geopark Meratus, Nurul Fajar Desira, bersama Ketua DPD HPI Kalimantan Selatan, Ariefa Gramenia.

Kerja sama yang akan berjalan selama lima tahun ke depan ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat daya saing Geopark Meratus menuju destinasi geowisata berkelas dunia.

 

Tim HPI Kalsel dan BP Geopark Meratus usai penandatanganan Mou di Banjarbaru. (Foto – Humas HPI Kalsel).

Meratus Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata

Geopark Meratus memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak kawasan wisata lain.

Tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, kawasan ini juga menyimpan nilai geologi purba, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Namun, kekayaan tersebut membutuhkan narasi yang tepat agar mampu dipahami wisatawan. Sudah sepatutnya peran pramuwisata menjadi sangat strategis.

Pramuwisata tidak lagi sekadar menjadi pendamping perjalanan. Mereka adalah wajah destinasi, penyampai cerita, sekaligus jembatan pengetahuan yang menghubungkan wisatawan dengan sejarah bumi, budaya lokal, hingga nilai konservasi lingkungan.

Menyadari pentingnya peran tersebut, kerja sama antara BP Geopark Meratus dan HPI Kalsel menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.

Fokus kerja sama meliputi peningkatan kompetensi pramuwisata dalam interpretasi geologi dan budaya, penguatan standar pelayanan profesional berbasis pariwisata berkelanjutan, penegakan legalitas dan etika profesi kepemanduan, hingga pengembangan paket wisata terintegrasi yang mampu memberi pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan.

Ketua DPD HPI Kalimantan Selatan, Ariefa Gramenia, menegaskan sinergi ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna.

 

Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Selatan,Ariefa Gramenia. (Foto – Humas HPI Kalsel).

Menurutnya, setiap wisatawan yang datang ke Meratus harus pulang membawa lebih dari sekadar foto indah.

Mereka perlu memahami cerita tentang perjalanan bumi, kekayaan budaya masyarakat Banua, dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“HPI ingin memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkualitas sekaligus edukatif. Meratus bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga dipahami dan dijaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, BP Geopark Meratus memandang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Meratus sebagai kawasan geopark yang mampu mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata yang kuat bukanlah pariwisata yang mengejar kunjungan semata, melainkan pariwisata yang mampu menjaga alam, memberdayakan masyarakat lokal, serta meninggalkan manfaat jangka panjang,” terang Nurul Fajar Desira

Melalui sinergi ini, Geopark Meratus diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan, tetapi juga tampil sebagai simbol bagaimana warisan alam dapat dijaga sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena menjaga Meratus, sesungguhnya adalah menjaga masa depan pariwisata Kalimantan Selatan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!