UMKM Kalsel Didorong Lebih Adaptif Lewat Pembiayaan Syariah

0
PA RAMADIN

Foto Ilustrasi - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel. Ramadin bersama staf dan pelaku UMKM dalam sebuah pameran. (Foto - Economic Travelling.Com).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kembali menegaskan komitmennya memperkuat sektor UMKM.

Hal ini mengemuka dalam sosialisasi pembiayaan syariah bagi pelaku UMKM di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM, Banjarbaru, Senin, (11/05/2026).

Kegiatan ini ditujukan untuk membekali UMKM dengan akses permodalan yang aman, sehat, dan sesuai prinsip syariah sekaligus mendorong kemampuan adaptasi mereka dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Rahmaddin, menjelaskan bahwa pembiayaan syariah merupakan salah satu strategi untuk memperluas opsi permodalan UMKM.

“Kami ingin UMKM memahami produk dan akad syariah agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal. Hal ini bukan sekadar soal modal, tetapi juga soal strategi mengelola usaha agar lebih tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Rahmaddin menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting bagi pelaku UMKM untuk bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang cepat.

“Dengan pemahaman yang baik, UMKM tidak hanya bisa bertahan, tapi juga memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Sosialisasi diikuti sekitar 30 pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota, termasuk Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Banjarmasin. P

ara peserta mendapatkan paparan langsung mengenai kebijakan pemberdayaan UMKM berbasis syariah yang disampaikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, serta pemaparan produk dan akad syariah oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan manfaat perlindungan sosial bagi UMKM, termasuk asuransi tenaga kerja yang mendukung keberlanjutan operasional usaha.

“Dengan memahami berbagai opsi pembiayaan dan perlindungan, UMKM bisa mengambil keputusan strategis yang mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang,” kata Rahmaddin.

Kegiatan ini juga menekankan pengelolaan usaha berbasis syariah secara adaptif. Para pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan teknologi, inovasi produk, dan jaringan pasar lebih luas agar tetap kompetitif.

Dengan strategi yang tepat, UMKM di Kalimantan Selatan diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus menghadirkan produk yang berdaya saing tinggi di pasar nasional.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan pembiayaan yang tepat, literasi keuangan yang kuat, dan kemampuan beradaptasi, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” pungkasnya.(Olpah Sari).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!