STIE Pancasetia–BPKAD Kalsel Perkuat Magang Berdampak

0
STIE PANCASETIA UTAMA

Delegasi STIE Pancasetia Banjarmasin dipimpin Dr Sutrisno saat bertandang ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Selatan.(Foto- Sutrisno).

Ketua STIE Pancasetia, Dr. Sutrisno, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Selatan.

Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Selatan, H. Fatkhan, SE, MM, sebagai bagian dari penguatan kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Pertemuan ini menitikberatkan pada implementasi Program Magang Berdampak, skema terbaru pengganti MSIB/MBKM yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman kerja nyata yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam diskusi, kedua pihak sepakat bahwa pemagangan bukan sekadar pelengkap akademik, melainkan instrumen penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan terlibat langsung dalam proses pengelolaan keuangan daerah, memahami dinamika birokrasi modern, serta mengasah kemampuan analisis dan profesionalisme sejak dini.

“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga merasakan langsung bagaimana sistem pemerintahan berjalan. Ini penting agar mereka siap masuk dunia kerja dengan kompetensi yang utuh,” ujar Sutrisno kepada Economic Travelling.Com, Rabu (29/04/2026).

 

Ketua STIE Pancasetia Dr Sutrisno didampingi H. Fatkhan, SE, MM, meninjau dari dekat proses Program Magang Berdampak di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Selatan. (Foto – Sutrisno).

Ia menegaskan, Program Magang Berdampak memberikan nilai tambah signifikan bagi kampus. Selain mendorong peningkatan kualitas lulusan yang lebih siap kerja, program ini juga menghadirkan konversi hingga 20 SKS yang lebih terstruktur, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan terukur.

Tidak kalah penting, program ini memperkuat kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan mitra, dalam hal ini instansi pemerintah.

“Ini bukan sekadar program magang biasa. Ini adalah transformasi pembelajaran. Kurikulum menjadi lebih relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan riil dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, H. Fatkhan menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa magang di lingkungan BPKAD tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang produktif antara akademisi dan praktisi pemerintahan.

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi. Mahasiswa bisa belajar langsung, dan kami juga mendapatkan perspektif baru dari dunia akademik,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pengelolaan keuangan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki ketelitian, integritas, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap sistem kerja pemerintahan yang dinamis.

Melalui kerja sama ini, STIE Pancasetia dan BPKAD Kalsel berharap dapat mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kesiapan kerja yang kuat.

Program Magang Berdampak diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah.(Muhammad Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!