UMARA Resmi Beroperasi, Banjarmasin Guyur UMKM Modal Bunga 0%

0
UMARA 1

Penandatangan komitmen bersama Bank Kalsel yang memfokuskan pada ekspansi akses permodalan tanpa beban bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Foto - Media Center Banjarmasin).

Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat struktur ekonomi daerah melalui peluncuran program UMARA (Usaha Mikro Maju Sejahtera).

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Bank Kalsel yang memfokuskan pada ekspansi akses permodalan tanpa beban bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Prosesi penandatanganan berlangsung dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan I-2026 Bank Kalsel di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (23/04/2026), sekaligus menjadi momentum krusial dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menegaskan UMARA adalah instrumen kebijakan untuk mengatasi hambatan utama (bottleneck) pertumbuhan UMKM, yakni likuiditas dan akses pembiayaan.

“Potensi pertumbuhan UMKM kita sangat besar, namun sering kali terkendala oleh penetrasi modal. UMARA hadir untuk mengeliminasi hambatan tersebut melalui dukungan finansial yang konkret,” tegas Machli.

Machli menilai, karakteristik masyarakat Banjar yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi membutuhkan ekosistem pendukung yang memadai ketimbang sekadar edukasi dasar.

“DNA usaha masyarakat kita sudah mapan. Peran pemerintah saat ini adalah sebagai fasilitator penyedia ekosistem, terutama dalam menjamin keterbukaan akses permodalan,” imbuhnya.

Melalui skema UMARA, para pelaku usaha dapat menyerap pembiayaan mulai dari Rp50 juta hingga Rp150 juta. Keunggulan kompetitif program ini terletak pada skema bunga 0% dan tanpa agunan, sebuah terobosan untuk mendorong UMKM agar mampu naik kelas (scaling up).

Tidak hanya soal injeksi modal, Machli menekankan pentingnya pendampingan strategis yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, penetrasi pasar, hingga simplifikasi regulasi perizinan.

Wali Kota Banjarmasin, H.M Yamin HR, menyatakan bahwa UMARA merupakan pilar ekonomi kerakyatan untuk memperkuat daya tahan (resilience) sektor domestik di tengah volatilitas ekonomi global.

“Kita ingin memastikan UMKM bukan sekadar bertahan, tetapi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yamin.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengonfirmasi kesiapan infrastruktur perbankan dalam mengimplementasikan program ini melalui percepatan sosialisasi dan integrasi teknis dengan dinas terkait.

Program UMARA diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi Kota Banjarmasin ke depan.(Ridzky Husna).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!