SiUjang Gatrik Update Akun Tenaga Teknik Se-Indonesia Blokir Massal!

0
TERBLOKIR

Foto Ilustrasi - Seorang tenaga teknik listrik resah, pemutakhiran sistem yang dilakukan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) ini memicu pemblokiran massal yang membuat banyak akun tenaga profesional mendadak tidak dapat diakses.(Foto - Economic Travelling.Com).

Dunia ketenagalistrikan nasional mendadak gempar. Pembaruan aplikasi SiUjang Gatrik ke versi 1.3.8 memicu gelombang pemblokiran akun Tenaga Teknik (TT) secara massal di berbagai wilayah Indonesia.

Kebijakan “sapu bersih” ini membuat ribuan tenaga profesional kehilangan akses seketika, menyebabkan proses administrasi instalasi listrik di tingkat nasional tersendat.

Langkah drastis yang diambil Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) ini merupakan respon langsung terhadap menurunnya tingkat kepercayaan publik.

Banyak pihak mulai meragukan validitas proses penerbitan Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang dianggap terlalu longgar.

Fenomena “terkuncinya” akun secara massal ini menjadi perbincangan hangat di berbagai forum komunikasi tenaga teknik.

Banyak dari mereka mengaku terkejut karena akses untuk memproses dokumen penting menjadi lumpuh seketika tepat setelah sistem beralih ke versi terbaru.

“Kami mendukung peningkatan integritas, namun blokir massal tanpa peringatan di versi 1.3.8 ini sangat memukul operasional kami di daerah,” keluh Helmi Rifai, salah satu praktisi kelistrikan yang akunnya turut terkunci.

Ketua Paklina Kalsel ini pun mendesak pihak terkait untuk segera melakukan penanganan cepat. Hal ini berkaitan pula dengan layanan yang sedang dilakukan tenaga teknik kepada pelanggan.

Helmi pun berharap permasalahan ini segera bisa diatasi pihak terkait termasuk Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) .

Karena mereka terdampak langsung dan sedang giat-gitanya memberikan layanan kelistrikan kepada pelanggan. Kondisi ini membuat sistem operasional mereka pun terganggu.Namun, kebijakan ini tidak berjalan mulus di lapangan. Blokir massal tanpa masa transisi yang cukup telah memicu protes keras.

Pembaruan sistem ini bukan tanpa alasan. Versi 1.3.8 dirancang sebagai instrumen audit otomatis untuk menyaring akun-akun yang tidak memenuhi kualifikasi, tidak aktif, atau terindikasi melakukan prosedur yang menyimpang.

Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap dokumen NIDI dan SLO yang terbit benar-benar lahir dari tangan tenaga teknik yang kompeten dan tersertifikasi secara sah.

Namun di lapangan banyak Tenaga Teknik yang legal dan aktif turut menjadi korban “salah blokir” atau terkendala masalah sinkronisasi data pada versi terbaru.

Akibatnya, ribuan permohonan SLO baru kini tertahan. Masyarakat sebagai konsumen akhir mulai merasakan dampaknya karena proses penyambungan listrik baru menjadi terhambat akibat mandeknya verifikasi teknis di aplikasi.

Bagi para Tenaga Teknik yang terdampak, tidak ada jalan pintas selain melakukan verifikasi ulang data secara menyeluruh. Sistem baru ini menuntut pemutakhiran data yang lebih ketat, mulai dari validasi sertifikat kompetensi hingga bukti aktivitas lapangan yang nyata.

Meski menimbulkan kegaduhan hebat, pembaruan SiUjang Gatrik 1.3.8 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi berkompromi dengan praktik-praktik yang merusak standar keselamatan kelistrikan nasional. Kini, para praktisi dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!