Kominfotik Banjarmasin: Batasi Gadget Anak atau Sanksi Menanti!

0
BU WINDI

Kepala Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika. (Foto - Media Center Banjarmasin).

Kepala Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, memberikan peringatan keras terkait keamanan digital anak.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, platform digital kini wajib memblokir akses anak di bawah 16 tahun yang tidak terverifikasi. 

“Jika platform tidak patuh, Kementerian Kominfo akan menjatuhkan sanksi tegas,” ujar Windiasti saat memimpin apel di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).

Regulasi yang berlaku sejak 28 Maret 2026 ini merespons darurat cyberbullying, kecanduan gawai, hingga eksploitasi data pribadi.

Windiasti menegaskan bahwa raksasa teknologi seperti TikTok, Instagram, hingga Google tak lagi bisa bebas tanpa pengawasan ketat terhadap pengguna di bawah umur.

Meski implementasi teknis di daerah masih menunggu arahan pusat, Windiasti mendesak para orang tua terutama generasi muda untuk tidak lepas tangan.

Ia menyebut pengawasan mandiri adalah benteng utama sebelum aturan negara bekerja sepenuhnya.

“Batasi penggunaan gawai maksimal satu jam sehari. Gunakan fitur parental control. Jangan biarkan anak-anak kita hancur oleh konten kekerasan dan informasi sampah sebelum mereka mencapai usia produktif di 2045,” tegasnya.

Langkah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan misi menyelamatkan Generasi Emas Indonesia dari ancaman ruang digital yang kian liar.

Sebagai langkah konkret, Windiasti menyarankan pembatasan penggunaan gawai, misalnya maksimal satu jam per hari dengan pengawasan ketat.

Selain itu, pemanfaatan fitur parental control juga dinilai penting untuk mencegah anak mengakses konten yang tidak sesuai usia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan keluarga, diharapkan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak dapat terwujud, sekaligus mendukung lahirnya generasi unggul Indonesia di masa depan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!