Wagub Kalsel Ajak Masyarakat Hidupkan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Wakil Gubernur Kalsel Hasnuriyadi Sulaiman menilai tradisi membaca Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menjaga identitas religius masyarakat Kalimantan Selatan yang selama ini dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama besar.(Foto - Biro Adpim Kalsel).
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengajak masyarakat untuk semakin menghidupkan tradisi membaca dan mempelajari Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Jumat malam (6/3).
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati ruang induk masjid, Hasnuryadi menyebut Ramadan bukan hanya momentum untuk menjalankan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan memperkuat amalan-amalan sunnah seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Ia mengatakan ajakan untuk memperbanyak ibadah di bulan suci juga secara konsisten disampaikan Gubernur Muhidin kepada jajaran pemerintah daerah.
Bahkan, Gubernur bersama para kepala SKPD dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan rutin menggelar tadarusan Al-Qur’an pada malam hari di rumah pribadinya.
Hasnuryadi menilai tradisi membaca Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menjaga identitas religius masyarakat Kalimantan Selatan yang selama ini dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama besar.
“Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Peringatan yang digelar setelah salat Isya dan tarawih berjamaah tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari Ahmad Bugdadi dan Ahmad Sawitri.
Selanjutnya, tausiah disampaikan oleh Muhammad Kamaruddin, yang dikenal dengan sebutan Guru Busu. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.
Menurut Guru Busu, Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi yang bertugas mengelola alam semesta. Karena itu, manusia membutuhkan pedoman hidup yang jelas agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing karena lantunan ayat suci dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan keluarga.
Sementara itu, Ketua Badan Pengelolaan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa peringatan malam Nuzulul Qur’an tahun ini diikuti sekitar 3.000 jamaah dari Kota Banjarmasin dan daerah sekitarnya.
Momentum 17 Ramadan tersebut diperingati umat Islam sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.(Fikri Husaini).
