Wali Kota Banjarmasin Tekan Sampah Plastik di Safari Ramadan

0
SAFARI RAMADAN

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengajak warga memulai perubahan dari rumah tangga dengan membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya. (Foto - Dok Diskominfotik Banjarmasin).

Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR untuk menegaskan komitmen pengurangan sampah plastik di Kota Seribu Sungai.

Kegiatan yang digelar di kawasan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (26/02/2026), menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat terkait persoalan lingkungan yang kian mendesak.

Di hadapan jamaah Masjid Bani Arsyadi, Yamin menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat lagi dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.

Ia mengajak warga memulai perubahan dari rumah tangga dengan membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Pengurangan sampah plastik harus dimulai dari rumah. Kalau tidak sekarang, kita sedang mewariskan masalah bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dapat memberi dampak signifikan terhadap pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menjaga kebersihan sungai di Banjarmasin.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Banjarmasin terus mengoptimalkan peran 1.582 Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang tersebar di berbagai kelurahan.

Program berbasis partisipasi masyarakat ini diharapkan menjadi ujung tombak pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Yamin juga menyoroti persoalan klasik yang masih terjadi, yakni kebiasaan membuang sampah ke sungai dan pembangunan liar di bantaran sungai.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersempit aliran air dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim hujan.

“Sungai adalah sumber kehidupan masyarakat Banjarmasin. Kita wajib menjaganya bersama, bukan justru memperparah kondisinya,” tegasnya.

Selain menyampaikan pesan lingkungan, Safari Ramadan tersebut turut diisi dengan penyerahan bantuan operasional untuk Masjid Bani Arsyadi sebesar Rp2,5 juta yang bersumber dari Bank Kalsel, serta insentif bagi marbot melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel.

Kegiatan yang dihadiri jajaran kecamatan dan kelurahan se-Banjarmasin Utara itu ditutup dengan doa bersama, buka puasa, dan salat Magrib berjamaah.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Safari Ramadan kali ini menjadi penegasan bahwa gerakan pengurangan sampah plastik membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat demi masa depan Banjarmasin yang lebih bersih dan berkelanjutan.(Ridzky Husna).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!