Belajar Arsip, Menjaga Akuntabilitas Perbankan

0
KUNJUNGAN KE PT TASPEN

Delegasi Bank Kalsel saat melakukan studi Tiru ke PT TASPEN. (Foto- Humas PT TAspen).

Di tengah dorongan digitalisasi dan tuntutan tata kelola yang makin ketat, urusan kearsipan kerap dipandang sebagai kerja administratif semata. Padahal, sejatinya dari arsiplah jejak kebijakan, keputusan, dan pertanggungjawaban sebuah institusi dibangun.

Kesadaran inilah yang mendorong Bank Kalsel untuk belajar langsung ke PT TASPEN (Persero), sebuah institusi yang dikenal konsisten menata kearsipan sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kelola perusahaan.

Kunjungan benchmark Bank Kalsel ke Kantor Pusat TASPEN akhir Januari 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Namun studi tiru ini mencerminkan sikap rendah hati sebuah bank pembangunan daerah untuk membuka diri, melihat, dan menyerap praktik terbaik dari lembaga yang lebih dulu menempatkan arsip sebagai fondasi akuntabilitas.

Di hadapan delegasi Bank Kalsel, TASPEN menunjukkan bahwa manajemen kearsipan bukan hanya soal menyimpan dokumen, melainkan mengelola siklus hidup arsip yang dimulai dari penciptaan, pemanfaatan, hingga penyusutan secara sistematis dan patuh pada standar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penggunaan tanda tangan elektronik, alih media digital, hingga pengelolaan Record Center menjadi contoh konkret bagaimana arsip bertransformasi mengikuti kebutuhan organisasi modern.

Langkah TASPEN yang secara rutin berkoordinasi dengan ANRI, termasuk dalam pemusnahan ratusan ribu arsip dalam tiga tahun terakhir, memperlihatkan bahwa keteraturan arsip justru memperkuat, bukan menghambat, kerja korporasi.

Arsip yang tertata rapi memberi kepastian hukum, melindungi data, dan menjadi penyangga utama Good Corporate Governance.

Bagi Bank Kalsel, pembelajaran ini relevan di tengah kompleksitas layanan perbankan yang kian digital dan terintegrasi. Kearsipan yang tertib menjadi prasyarat penting bagi bank daerah yang ingin tumbuh sehat, transparan, dan dipercaya publik.

Belajar dari TASPEN, Bank Kalsel sedang menegaskan bahwa modernisasi perbankan tidak hanya soal teknologi dan produk, namun juga tentang bagaimana jejak administrasi dan keputusan dijaga dengan disiplin.

Benchmark ini mengingatkan bahwa tata kelola yang baik sering kali dimulai dari hal-hal yang luput dari sorotan. Arsip, yang kerap sunyi, senyap, menegaskan justru menjadi saksi paling jujur dari integritas sebuah institusi.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!