Banjir Rendam Ribuan Rumah, Gubernur Kalsel Turunkan Bantuan Tunai
Foto - Dok Biro Adpim Kalsel.
Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Banjar mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp300 ribu per rumah kepada warga terdampak di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, Sabtu (18/01/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke lapangan dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan guna memastikan distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Sejumlah pejabat turut mendampingi, di antaranya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Nurrullah, Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, serta Kepala BNN Provinsi Kalsel Pol Asep Taufik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, banjir di Kecamatan Sungai Tabuk berdampak pada 11.902 rumah yang tersebar di 17 desa. Seluruh rumah terdampak tersebut masuk dalam daftar penerima bantuan tunai.
Sementara di Kecamatan Martapura Barat, tercatat 5.745 rumah dari 13 desa terdampak banjir. Bantuan untuk wilayah ini bersumber dari kontribusi PT Adaro, PT Balangan Coal, serta dana pribadi Gubernur H. Muhidin.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan untuk warga di Sungai Tabuk dan Martapura Barat. Prioritas kami adalah rumah-rumah yang masih terdampak dan airnya belum sepenuhnya surut,” ujar H. Muhidin di sela penyaluran.
Ia menjelaskan, bantuan kali ini disalurkan dalam bentuk uang tunai agar dapat langsung dimanfaatkan warga sesuai kebutuhan mendesak pascabanjir. Setiap rumah menerima bantuan sebesar Rp300 ribu.
“Bantuan ini bukan berasal dari APBD. Sebagian bersumber dari CSR perusahaan dan sebagian lagi dari dana pribadi saya,” tegasnya.
Pada hari pertama penyaluran, bantuan disalurkan kepada 300 rumah sesuai dengan jumlah pendaftar yang telah diverifikasi. Secara keseluruhan, jumlah rumah terdampak banjir di dua kecamatan tersebut mencapai sekitar 22 ribu unit.
“Hingga saat ini jumlah pendaftar bantuan sudah mendekati jumlah rumah terdampak. Pendaftaran sementara kami tutup agar penyaluran bisa dilakukan secara merata dan terkontrol,” jelas Gubernur.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses distribusi melibatkan TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, serta mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Setiap RT dilayani oleh dua petugas yang menyalurkan bantuan langsung ke rumah warga.
“Dengan pola ini, kami menargetkan penyaluran bantuan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua APDESI Kecamatan Martapura Barat, Nur Ipansyah, menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayahnya mulai berangsur surut. Akses jalan utama pun sudah kembali dapat dilalui kendaraan.
“Atas nama pemerintah desa, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang turun langsung membantu warga. Bantuan tunai ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Saudah, warga Desa Sungai Batang Ilir, Martapura Barat. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu di tengah kondisi sulit akibat banjir.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Haji Muhidin. Bantuan ini meringankan beban kami dan membantu kami kembali beraktivitas,” sambungnya.
Penyaluran bantuan tunai ini menjadi bagian dari langkah tanggap darurat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam merespons banjir yang masih melanda sejumlah wilayah, sembari upaya pemulihan terus dilakukan.(Olpah Sari).
