Jamkrida Kalsel Menjamin Asa, Menggerakkan Usaha

0
JAMKRIDA

Foto Ilustrasi - Kegiatan Eddukasi bersama Jamkrida Kalsel. (Foto - Redaksi).

Di Kalimantan Selatan, denyut ekonomi daerah tidak hanya hidup di pusat kota, tetapi juga berdenyut di pasar tradisional, sentra UMKM, desa wisata, pelabuhan sungai, hingga usaha kecil di tepian Barito dan Pegunungan Meratus.

Di balik geliat itu, ada satu persoalan klasik yang terus berulang yakni akses permodalan. Banyak pelaku usaha memiliki semangat dan potensi, namun terhenti karena satu kata sederhana adalah jaminan.

Jamkrida, atau Jaminan Kredit Daerah, lahir sebagai jawaban atas kesenjangan antara dunia usaha kecil dan lembaga keuangan. Secara historis, lembaga penjaminan berkembang dari kebutuhan sistem keuangan untuk berbagi risiko.

Sejarah mencatat, di Indonesia Jamkrida dibentuk oleh pemerintah daerah sebagai instrumen strategis untuk mendorong pembiayaan UMKM, koperasi, dan sektor produktif daerah.

Bagi daerah seperti Kalimantan Selatan yang ekonominya bertumpu pada perdagangan, pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM,kehadiran Jamkrida bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan.

 

Foto Ilustrasi -Dua pejabat Pemprov Kalsel dan mengunjungi Stan Saluang Goreng Crispy, Devi Megawati di stan Bazar UMKM Hari Pers Nasional beberapa saat lalu.

Mengapa Jamkrida dibutuhkan?

Karena realitas di lapangan menunjukkan banyak pelaku usaha di Banjar, Hulu Sungai, Tanah Laut, hingga Kotabaru yang layak usaha tetapi tidak bankable.

Mereka punya pasar, pengalaman, dan produk, namun tidak memiliki agunan formal yang disyaratkan perbankan. Jamkrida hadir sebagai penjamin, mengambil sebagian risiko kredit, dan membuka pintu pembiayaan yang sebelumnya tertutup.

Di Kalimantan Selatan, peran Jamkrida menjadi semakin penting ketika daerah mendorong penguatan UMKM, pengembangan desa wisata, serta ekonomi berbasis kearifan lokal. Pedagang kuliner khas Banjar, pengrajin sasirangan, pelaku wisata Loksado, hingga usaha logistik skala kecil, semuanya membutuhkan modal kerja yang berkelanjutan. Jamkrida menjembatani kebutuhan itu dengan sistem keuangan formal.

Keberadaan Jamkrida tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga pada stabilitas ekonomi daerah. Kredit produktif yang dijamin Jamkrida mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperluas basis ekonomi lokal.

Data nasional menunjukkan kinerja Jamkrida terus tumbuh, dengan nilai aset dan penjaminan meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Tren ini tercermin pula di daerah-daerah, termasuk Kalimantan Selatan, di mana penjaminan kredit UMKM menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Jamkrida adalah instrumen keberpihakan. Lembaga ini pun menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berpihak pada usaha besar, tetapi juga pada pelaku usaha kecil yang menjadi fondasi ekonomi rakyat.

Dalam konteks Kalimantan Selatan, Jamkrida berperan sebagai penguat ekosistem yang menghubungkan pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat usaha dalam satu tujuan, yaitu pertumbuhan yang inklusif.

Ke depan, tantangan Jamkrida Kalimantan Selatan adalah memperluas jangkauan, meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM, serta memastikan penjaminan diarahkan pada sektor-sektor produktif dan berkelanjutan.

Ketika Jamkrida dikelola secara profesional dan berpihak pada ekonomi rakyat, ia tidak hanya menjamin kredit, tetapi juga menjamin harapan.

Di tengah upaya Kalimantan Selatan membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berdaya saing, Jamkrida berdiri sebagai penjaga kepercayaan, bahwa usaha kecil pun layak tumbuh, layak dibiayai, dan layak menjadi bagian dari masa depan daerah.(Muhammad Risanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!