Banjarmasin Ubah Titik Rawan Genangan Jadi Aset Kota Multifungsi

0
YAMIN DI LOKASI URUG

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR melihat langsung lokasi Pulau Insan Pulau Insan, yang selama ini dikenal sebagai aset lama Pemerintah Kota Banjarmasin namun minim pemanfaatan, kini diproyeksikan menjadi bagian dari solusi banjir perkotaan. (Foto - Tim Diskominfotik Banjarmasin).

Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menggeser pendekatan pengendalian banjir dari sekadar respons teknis menjadi penataan aset kota yang multifungsi. Salah satu langkah itu terlihat saat Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR meninjau langsung pengerukan kawasan Pulau Insan, Banjarmasin,Kamis (08/01/2026).

Pulau Insan, yang selama ini dikenal sebagai aset lama Pemerintah Kota Banjarmasin namun minim pemanfaatan, kini diproyeksikan menjadi bagian dari solusi banjir perkotaan.

Selain memperluas daya resap air, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang retensi dan penampungan air bagi sejumlah wilayah rawan genangan seperti Rawasari, Kerokan, hingga Sungai Sutoyo.

Menurut Yamin, optimalisasi Pulau Insan dilakukan dengan pendekatan ganda, pengendalian hidrologi sekaligus pengembangan ruang publik. Dengan pengerukan yang dimaksimalkan, kawasan ini diharapkan mampu menahan limpasan air saat hujan lebat, tanpa mengorbankan nilai estetika kota.

“Material hasil kerukan tidak dibuang, tapi dimanfaatkan kembali untuk penataan kawasan dan dijadikan taman,” ujar Yamin, menegaskan konsep pembangunan berkelanjutan yang mulai diterapkan Pemko Banjarmasin.

Langkah ini sekaligus menandai upaya Pemko dalam menghidupkan kembali aset daerah yang sebelumnya terbengkalai, agar memberi nilai tambah bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun pariwisata kota.

Usai dari Pulau Insan, wali kota melanjutkan peninjauan ke Sungai Belitung untuk memastikan normalisasi sungai berjalan sesuai rencana. Pengerukan sungai tersebut ditujukan untuk mengembalikan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida, menyebut normalisasi ini sebagai langkah preventif untuk menekan potensi genangan di kawasan padat permukiman.

Melalui penataan Pulau Insan dan normalisasi sungai, Pemko Banjarmasin menegaskan arah kebijakan pembangunan kota yang tidak hanya reaktif terhadap banjir, tetapi juga memaksimalkan aset daerah menjadi ruang terbuka hijau dan destinasi publik yang berfungsi ekologis.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!