Tutup 2025, Bandara Syamsudin Noor Layani 3 Juta Penumpang

0
BANDARA SYAMSUDIN NOOR AKHIR TAHUN 2025

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana saat mengalungkan slayer Sasirangan kepada penumpang yang tiba di Bandara Syamsudin Noor. (Foto - Humas InJourney Airports).

Bandara Internasional Syamsudin Noor menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Sepanjang tahun ini, bandara kebanggaan Kalimantan Selatan tersebut melayani 3.084.852 penumpang melalui 27.221 penerbangan, menandai meningkatnya mobilitas masyarakat serta kepercayaan publik terhadap transportasi udara.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 26.852 pergerakan pesawat. Tidak hanya dari sisi penumpang, aktivitas kargo juga mengalami kenaikan signifikan. Selama 2025, volume kargo yang dilayani Bandara Syamsudin Noor mencapai 34.867.371 kilogram, atau tumbuh 5,5 persen dibandingkan tahun 2024.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan capaian tersebut mencerminkan peran bandara sebagai simpul penting pergerakan orang dan barang di Kalimantan Selatan.

“Setiap penerbangan membawa cerita dan harapan. Kepercayaan jutaan penumpang sepanjang 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dari sisi pengalaman pengguna jasa,” ujarnya.

Menurut Millyas, peningkatan trafik penumpang dan kargo sejalan dengan pemulihan ekonomi serta tumbuhnya aktivitas perjalanan bisnis, sosial, dan pariwisata di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Momentum pergantian tahun 2025 ke 2026 juga dimaknai secara khusus oleh manajemen InJourney Airports. Di tengah aktivitas penerbangan terakhir 2025 dan penerbangan pertama 2026, pihak bandara membagikan suvenir dan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan kepada penumpang dan awak kabin sebagai simbol keramahan daerah.

Tak hanya itu, manajemen bandara juga mengajak pengguna jasa untuk sejenak melakukan moment of silence, sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak bencana pada penghujung tahun.

“Perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga tentang rasa kemanusiaan. Kami berharap tahun 2026 membawa kondisi yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” kata Millyas.

Menutup 2025, Bandara Internasional Syamsudin Noor tidak hanya berperan sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai gerbang utama Kalimantan Selatan yang menghubungkan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, sekaligus menjadi saksi jutaan perjalanan dan harapan masyarakat yang terus bergerak dari waktu ke waktu.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!