Hainan, Model Kota Wisata Tropis Dunia yang Layak Dicontoh Indonesia

0
WISATA HAINAN UTAMA jpg

Ketua ASTINDO Kalsel, Antonius Panggabean saat mengunjungi salah satu pasar wisata di kota Hainan, Tiongkok. (Foto - Redaksi Economic Travelling.Com_).

Pulau Hainan di selatan Tiongkok menjelma menjadi salah satu destinasi wisata internasional paling berkembang di Asia. Dengan lanskap tropis, pantai berkelas dunia, serta tata kelola pariwisata yang terintegrasi, Hainan kerap dijuluki sebagai “Hawaii-nya Tiongkok”.

Sebagai provinsi sekaligus pulau terbesar di Tiongkok, Hainan mengembangkan pariwisata tidak sekadar berbasis keindahan alam, tetapi juga perencanaan jangka panjang, sinergi pemerintah–swasta, serta kemudahan akses bagi wisatawan mancanegara. Kota Sanya dan Haikou menjadi etalase utama bagaimana pariwisata tropis dapat tumbuh beriringan dengan modernisasi dan pelestarian budaya.

Kota Sanya dikenal luas sebagai pusat resort internasional. Kawasan seperti Yalong Bay, Haitang Bay, dan Dadonghai menghadirkan pantai eksklusif dengan hotel dan resort bertaraf global. Infrastruktur pariwisata dirancang menyatu dengan alam, didukung konektivitas bandara internasional dan layanan wisata yang profesional.

Tidak hanya liburan keluarga dan bulan madu, Sanya juga mengembangkan wisata kesehatan, wellness, hingga sport tourism, menjadikannya destinasi sepanjang tahun, bukan musiman.

 

Pantai-pantai di Hainan, China, dijuluki “Hawaii-nya China” karena cuaca tropisnya yang hangat sepanjang tahun, pasir putih, dan air laut jernih, dengan kota Sanya sebagai pusat pariwisatanya yang terkenal dengan pantai-pantai seperti Yalong Bay (resort mewah, snorkeling), Dadonghai Beach (meriah, kafe), dan Pulau Wuzhizhou (diving, karang). (Foto – Redaksi Economic Travelling.Com).

Haikou, Wajah Budaya dan Pemerintahan

Sementara itu, Haikou menghadirkan sisi lain Hainan. Kota ini memadukan fungsi pemerintahan, perdagangan, dan wisata budaya. Kawasan Qilou Old Street menjadi ikon sejarah dengan bangunan kolonial yang terawat, menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus identitas lokal.

Haikou juga berperan sebagai gerbang utama wisatawan internasional, sekaligus pusat penyelenggaraan event dan pameran global.

Ketua ASTINDO Kalimantan Selatan, Antonius Panggabean, menilai keberhasilan Hainan tidak lepas dari konsistensi tata kelola pariwisata yang ramah wisatawan.

“Hainan menunjukkan bagaimana kemudahan akses, promosi yang kuat, serta kepastian layanan menjadi kunci menarik wisatawan mancanegara. Ini model yang relevan untuk dikaji oleh daerah-daerah wisata di Indonesia,” ujar Antonius saat menghadiri acara China International Travel Mart (CITM), di Haikou, Hainan.

Ia menambahkan, kebijakan bebas visa, pengelolaan destinasi terpadu, dan promosi internasional yang agresif membuat Hainan mampu bersaing dengan destinasi tropis global lainnya.

 

Sisi Lain wisata di daratan Tiongkok yang mengundang decak kagum wisatawan. (Foto-Redaksi Economic Travelling.Com).

Pandangan senada disampaikan Muhammad Risanta, Ketua Umum Asosiasi Pemandu Duta Pertiwi. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak kalah, namun masih perlu penguatan tata kelola.

“Indonesia boleh meniru tata kelola wisata di Hainan, terutama dalam membangun ekosistem pariwisata yang terencana, ramah wisatawan asing, dan melibatkan pemandu lokal secara profesional,” kata Risanta yang juga Jurnalis Senior CNN Indonesia.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, termasuk pemandu wisata sebagai duta bangsa di garda terdepan pelayanan wisatawan.

Hainan membuktikan bahwa pariwisata bukan hanya soal pantai indah, tetapi juga kepastian regulasi, kenyamanan wisatawan, dan kesinambungan pembangunan. Dengan strategi tersebut, Hainan tidak hanya menjadi tujuan liburan, tetapi juga pusat pertemuan bisnis, pameran internasional, dan investasi pariwisata global.

Bagi Indonesia, Hainan menjadi cermin bahwa kekuatan alam harus diiringi dengan tata kelola yang visioner agar mampu bersaing di panggung pariwisata dunia. (Ridzky Husna).

Ridzky Husna Adalah Jurnalis Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!