Alhamdulillah, Razak Akhirnya Tiba di Banua.

0
RAZAK SAMPAI BANUA UTAMA

Begitu menginjakkan kaki di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Abdul Razak langsung disambut hangat Jurnalis SCTV, Achmad Fauzi. (Foto-Dok Fauzi SCTV).

Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 18 jam, Muhammad Abdul Razak bisa bernapas lega. Pria asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara itu akhirnya menginjakkan kaki di daratan Banjarmasin setelah kapal Dharma Rucita I yang membawanya bersandar di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih, Minggu petang (14/12/2025).

Perjalanan panjang itu ia tempuh setelah sebelumnya melintasi Jalan Lintas Sumatera, menyeberang ke Tanah Jawa, lalu melanjutkan pelayaran menuju Kalimantan Selatan.

Setibanya di pelabuhan, Razak tak kuasa menahan haru. Ia langsung bersujud syukur, menandai satu fase penting dari perjalanan spiritualnya sebelum melanjutkan langkah menuju Sekumpul, Martapura. Di sanalah tujuan akhir perjalanannya: menghadiri Haul Tuan Guru Haji Zaini Abdul Ghani, Abah Guru Sekumpul.

“Alhamdulillah, hati bergetar hebat begitu kapal Dharma Rucita I bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.Rasanya tak sabar pingin langsung ke Sekumpul,” katanya langsung disambut Jurnalis SCTV, Achmad Fauzi, di Terminal Kedatangan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

 

Abdul Razak saat berbincang santai dengan warga dalam perjalanan menuju Banjarmasin. (Foto-Dok Pribadi).

Dia sempat berbincang dengan Achmad Fauzi dan sejumlah petugas Posko Haul Sekumpul di pelabuhan Trisakti. Abdul Razak pun disuguhi teh hangat dan kue panas yang disiapkan petugas.Sejumlah warga dan penumpang yang mengenali pun langsung menyalaminya.Bahkan diantaranya langsung berfoto dengan pria yang viral karena perjalanan spiritual Ribuan Kilometer mengendarai sepeda di bulan Januari 2025 saat Haul Guru Sekumpul. Dan bulan Desember yang sebentar lagi memasuki bulan Rajab, Razak kembali datang ke Kalsel, namun dengan mengendarai sepeda motor tua dan antik.

“Ternyata orangnya sederhana dan sangat bersahabat.Senang rasanya bisa bertemu salah satu jemaah Sekumpul yang satu ini.Semoga sidin disehatkan terus dan dilancarkan mengikuti prosesi Haul di Sekumpul 5 Rajab nanti,” tutur Eka, warga Banjarbaru yang satu perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin dengan kapal yang sama dengan Abdul Razak.

 

Abdul Razak bersama kenalan barunya. Eka asal Banjarbaru, dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. (Foto-Dok Pribadi).

Bagi Razak, perjalanan menuju Sekumpul bukan sekadar soal jarak. Ia adalah jemaah Sekumpul yang dikenal karena keteguhan dan kesederhanaannya. Tahun lalu, kisahnya sempat viral setelah ia menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman dengan mengayuh sepeda. Tahun ini, ia kembali berangkat seorang diri, kali ini menunggangi sepeda motor tua antik miliknya, menembus dinginnya cuaca daratan Sumatera dan Jawa.

Di balik deru mesin motor dan ombak laut yang dilewati, perjalanan Razak adalah kisah tentang niat, ketekunan, dan kerinduan seorang jemaah untuk kembali bersimpuh di Sekumpul. Banua menjadi saksi, satu etape telah terlampaui dan perjalanan batin itu masih berlanjut.

Hingga tengah malam, Razak masih menyusuri kota Banjarmasin dan sempat melaksanakan salat Isya di sebuah mushola. Minggu malam juga Razak pun melanjutkan perjalanan ke Sekumpul. Namun karena Banjarmasin, Banjarbaru hingga Martapura serta sekitarnya hujan, membuat Razak berhenti berteduh di sebuah tempat sekalian beristirahat.

“Ini masih menuju Sekumpul, namun beristirahat dulu,Karena lagi turun hujan dan berteduh disini,” ucapnya sembari mengelap wajahnya yang basah kena siraman air hujan. (M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!