Urang Banjar di Kepri Suguhi Iwak Papuyu Babanam
Abdul Razak tiba di Masjid Raya Al-Aman Aek Kanopan,Kabupaten LabuhanBatu Utara, Sumatera Utara, di hari kedua.(Foto-Dok Pribadi).
Perjalanan Abdul Razak dan Kerinduan Menuju Haul Abah Guru Sekumpul
Perjalanan panjang Abdul Razak menuju Haul Abah Guru Sekumpul kembali mencatat kisah hangat saat ia tiba di Kepulauan Riau pada Selasa malam, 2 Desember 2025. Di daerah perantauan itu Razak disambut oleh seorang warga Banjar yang telah lama menetap di Kepri.
Ia adalah Mahmudin Bin Tohalus yang memiliki garis keturunan asli Kandangan Hulu Sungai Selatan. Sambutan tersebut menjadi pengingat bahwa di mana pun berada sesama urang Banjar tetap saling menguatkan.
Mahmudin mengajak Razak beristirahat di rumahnya yang sederhana. Meski jauh dari tanah Banua suasana akrab dan kehangatan keluarga segera terasa. Bagi Razak momen itu seperti pulang ke kampung halaman. Apalagi ketika ia disuguhi hidangan khas Banjar berupa ikan papuyu goreng dan ikan bakar bapalit lengkap dengan sambal acan yang menjadi kegemaran banyak perantau Banjar. Aroma dan rasanya membawa Razak pada kenangan masa kecil di kampung halaman.
Razak pun tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia bercerita bahwa suguhan tersebut menjadi salah satu momen yang paling mengesan sepanjang perjalanannya. Ia merasa seakan kembali ke rumah, meski sedang berada ribuan kilometer dari Banua.

Sambutan Abah Mahmudin bukan hanya menawarkan tempat beristirahat tetapi juga menghadirkan ikatan budaya yang tidak terputus di mana pun orang Banjar berada.
“Alhamdulillah, badadapatan wan bubuhan Banjar di Kepulauan Riau, salah satunya adalah Abah Mahmudin Bin Tohalus. Masya Allah disuguhi Iwak Papuyu babanam dan goreng.Ulun serasa di kampung sendir,” tutur Abdul Razak kepada Tim Economic Travelling.Com.
Abdul Razak melanjutkan kisahnya dengan penuh syukur. Ia merasa perjalanan ini bukan semata perjalanan fisik menuju Martapura tetapi juga perjalanan spiritual yang mempertemukan dirinya dengan banyak orang baik. Setiap pertemuan menjadi pengingat bahwa kerinduan kepada Abah Guru Sekumpul menyatukan banyak hati dengan cara yang tak terduga.
Abdul Razak sendiri sangat berterima kasih dengan dingsanak dan sahabat yang mendukung perjalanan spiritualnya dari kampung halaman di Serdang Bedagai, Sumatera Utara hingga nantinya tiba di Sekumpul Martapura, sebelum 5 Rajab 1447 Hijriyah. Diantaranya adalah H. Syahlan Siregar, Marsudi, Ustadz Arbanik, Ustadz Ismail Al Banjari, H. Tarmizi, Devi dan Jemaah Majelis berkah sekumpul.

“Berkat sidin-sidin (beliau,red) ulun bisa melangkah jauh melakukan perjalanan dari rumah di Serdang Bedagai, hingga nantinya Insya Allah sampai ke Sekumpul Martapura.Masya Allah,sepanjang nawaitu baik Alhamdulillah ulun bertemu orang-orang baik menuju Sekumpul,” ucap Abdul Razak.
Razak sendiri memohon doa kepada semua jemaah Haul Sekumpul, agar perjalanannya yang sekarang dari Pekanbaru menuju Jambi, Kalimantan Timur hingga Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan dimudahkan dan dilancarkan.
“Ulun memang rindu Sekumpul, rindu badadapatan wan dingsanak di Kalsel dan bersilaturahmi dengan alim ulama serta hendak ziarah ke makam ulama besar dan beberapa lainnya.Doakan ulun ya,” kata Abdul Razak yang Rabu (03/12/2025) melanjutkan perjalanan spiritualnya.(Muhammad Irfani).
