MaiA, Sahabat Digital Wisatawan untuk Menjelajahi Indonesia

0
MENPAR MAIA UTAMA

MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) sebagai bagian dari implementasi program prioritas Tourism 5.0 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

Di tengah gemuruh transformasi digital, pariwisata Indonesia menapaki babak baru. Jumat lalu, di Gedung Sapta Pesona, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkenalkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), sebuah kecerdasan buatan yang siap menjadi sahabat digital bagi setiap wisatawan yang ingin menjelajahi nusantara.

MaiA bukan sekadar inovasi teknologi. Platform ini dirancang untuk memahami kebutuhan wisatawan secara personal, membantu mereka menemukan inspirasi perjalanan, menyusun rute secara instan, hingga menemani setiap langkah eksplorasi dengan kenyamanan maksimal.

Dari pantai tropis di Bali hingga hutan hijau Kalimantan, dari kuliner khas hingga cerita budaya lokal, MaiA menjanjikan pengalaman yang cerdas, mudah, dan inklusif.

“Peluncuran MaiA adalah wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan ekosistem pariwisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Widiyanti dalam sambutannya.

 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

Ia menambahkan, teknologi ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan hanya soal destinasi yang indah, tetapi juga layanan yang adaptif dan memudahkan wisatawan di era modern.

Dengan fitur unggulan seperti rekomendasi destinasi yang dipersonalisasi, itinerary otomatis, peta interaktif, hingga informasi dalam berbagai bahasa, MaiA berperan sebagai kurator cerdas sekaligus digital travel companion.

Setiap perjalanan yang direncanakan melalui MaiA tidak lagi membingungkan,sebaliknya, pengalaman wisata menjadi lebih percaya diri, menyenangkan, dan penuh inspirasi.

Peluncuran ini sejalan dengan program Tourism 5.0, yang menekankan digitalisasi, keberlanjutan, dan inklusivitas dalam pariwisata Indonesia. Kehadiran MaiA diharapkan menjadi respons terhadap perilaku wisatawan global yang kini menginginkan pengalaman yang personal, efisien, dan mudah diakses.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa MaiA juga menjadi simbol koneksi antara wisatawan dengan budaya, pengalaman, dan cerita Indonesia. Dengan teknologi ini, pariwisata Indonesia tidak hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga membangun hubungan emosional antara wisatawan dan tanah air.

Hadir pada acara peluncuran, perwakilan pemerintah, asosiasi pariwisata, mitra industri, dan media nasional serta internasional menyaksikan awal perjalanan baru pariwisata Indonesia, yang kini dipandu oleh kecerdasan buatan yang cermat dan penuh perhatian.

Dengan MaiA, menjelajahi Indonesia tidak lagi sekadar melihat dan mengunjungi, tetapi juga memahami, merasakan, dan menikmati setiap momen perjalanan dengan cara yang cerdas dan inovatif.(Fikri Husaini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!