Perempuan Banjarmasin Harus Berani Bicara

0
PUBLIC SPEAKING

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda. (Foto -Dok Diskominfotik).

Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong perempuan agar berani berbicara dan tampil percaya diri di ruang publik. Dorongan itu disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, saat membuka Pelatihan Public Speaking bagi gabungan organisasi perempuan di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayan, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin ini diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi perempuan yang berada di bawah binaan DP3A.

Hj. Ananda menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik kini menjadi keterampilan penting di era keterbukaan informasi.

“Sekarang ini, untuk bertahan hidup tidak cukup hanya dengan ijazah. Semua orang punya ijazah. Tapi yang membedakan adalah soft skill, salah satunya kemampuan public speaking,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan berbicara bukan hanya soal berbicara lancar, melainkan tentang keberanian menyampaikan gagasan dan menumbuhkan kepercayaan diri di hadapan audiens.

“Public speaking bisa membuka banyak peluang. Bisa jadi MC, moderator, content creator, bahkan pemimpin yang menginspirasi. Semua berawal dari kemampuan berbicara dengan percaya diri,” jelasnya.

Sebagai Ketua GOW Kota Banjarmasin, Hj. Ananda juga mengajak seluruh perempuan agar tidak ragu mengekspresikan diri dan menyuarakan ide-ide positif di lingkungannya.

“Saya berharap setiap perempuan di bawah naungan Kota Banjarmasin punya keberanian untuk berbicara dan bercerita. Karena yang bisa bercerita, dialah yang bisa memberi pengaruh,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan berbicara juga merupakan seni menyampaikan cerita yang bermakna dan menyentuh.

“Yang diingat orang bukan datanya, tapi ceritanya. Di era pembuat konten seperti sekarang, siapa yang bisa bercerita, dialah yang bisa menggerakkan orang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hj. Ananda mengingatkan agar perempuan tidak terjebak dalam rasa takut untuk tampil.

“Banyak dari kita seperti gajah yang rantainya sudah lepas, tapi masih merasa terikat oleh pikiran lama: ‘Aku tidak bisa’ atau ‘Aku bukan tipe orang yang berani bicara’. Padahal rantai itu sudah lama putus. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah keberanian untuk melangkah,” tegasnya. (Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!