Yuli Kenalkan Pola Hidup Sehat Lewat Jajanan Rebusan

1
YULIA SD ULIN

Yuli di depan dagangan makanan sehat miliknya di kawasan Jalan Pramuka Banjarmasin. (Foto - Yuli).

Di tengah maraknya makanan instan dan gorengan, seorang warga Banjarmasin, Yuli Penawan Hati, memilih jalan berbeda. Ia memperkenalkan pola makan sehat melalui jualan aneka makanan rebusan di kawasan Jalan Pramuka, Banjarmasin.

Setiap pagi, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WITA, Yulia menjajakan beragam menu sehat seperti jagung, ubi ungu, kentang, telur rebus, hingga salad sayur dan buah. Semua disajikan tanpa bahan pengawet dan minim minyak, menonjolkan cita rasa alami bahan segar.

Langkah ini, kata Yuli Penawan Hati bukan semata mencari penghasilan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh lewat makanan bergizi.

“Banyak orang suka yang praktis dan gurih, padahal makanan rebus juga enak dan menyehatkan. Saya ingin membiasakan orang makan sehat,” ujarnya saat bertemu Tim Economic Travelling.Com, Sabtu (25/10/2025).

Melalui usahanya, Yuli berharap kebiasaan makan sehat bisa semakin populer di kalangan warga Banjarmasin.

Antusiasme masyarakat pun cukup baik. Sejumlah pelanggan rutin datang setiap pagi karena merasa cocok dengan cita rasa dan konsep sehat yang ditawarkan.

“Alhamdulillah, sangat pas untuk kita yang ingin sehat dan memiiki tubuh sesuai porsi.Karena selama ini kita keasyikan dengan konsumsi makanan yang berlebih membuat berat badan bertambah,”terang Kaspi, salah satu pelanggan Yuli.

 

Pola hidup sehat, terutama melalui asupan makanan bergizi, menjadi fondasi utama bagi kualitas hidup seseorang. Saat ini, perubahan gaya hidup masyarakat yang serba cepat membuat banyak orang cenderung memilih makanan instan dan tinggi lemak, yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat memicu berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat, mencapai lebih dari 23% pada tahun 2024, sementara angka penyakit tidak menular akibat pola makan buruk juga meningkat signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas konsumsi masyarakat berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan usia harapan hidup.

Dengan mengonsumsi makanan rebusan seperti yang diperkenalkan Yulia ,jagung, ubi, telur, dan sayuran , tubuh memperoleh serat alami, vitamin, dan mineral tanpa tambahan minyak atau zat kimia berlebih. Cara ini tidak hanya membantu menjaga berat badan ideal, tetapi juga mendukung keseimbangan metabolisme, memperkuat imun tubuh, dan memperlambat proses penuaan sel.

Selain dari aspek kesehatan, pola makan sehat juga mencerminkan kesadaran sosial dan lingkungan. Dengan memilih bahan lokal dan olahan sederhana, masyarakat turut mendukung ekonomi kecil serta mengurangi ketergantungan terhadap makanan cepat saji yang umumnya menghasilkan lebih banyak limbah plastik.

Dengan demikian, upaya seperti yang dilakukan Yulia bukan hanya kegiatan ekonomi mikro, tetapi juga bagian dari gerakan sosial untuk mengubah kebiasaan makan masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat, berkelanjutan, dan penuh kesadaran.(Ridzky Husna).

1 thought on “Yuli Kenalkan Pola Hidup Sehat Lewat Jajanan Rebusan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!