Madu Kaum dari Banjarmasin Tembus Turki, Disukai Bocah Keturunan Banjar

0
HUSIEN TURKI

Husien Bocah Turki keturunan Banjar.

Kabar membanggakan datang dari dunia usaha rumahan Kalimantan Selatan. Produk Madu Kaum, madu murni hasil olahan hutan tropis Kalimantan, kini resmi menembus pasar internasional.

Tak tanggung-tanggung, produk asli Banua ini mendapat sambutan hangat di Turki, negara yang juga dikenal dengan budaya konsumsi madunya yang tinggi.

Salah satu kisah menarik datang dari Husien, bocah asal Turki yang ibunya keturunan Banjar, Vera. Husien jatuh cinta sejak pertama kali mencicipi Madu Kaum kiriman keluarganya dari Banjarmasin.

“Hasan suka sekali rasanya, katanya manisnya beda dari madu lain di sini,” ujar sang ibu, Viera melalui pesan kepada tim Madu Kaum.

Keaslian rasa madu yang dihasilkan lebah hutan Kalimantan menjadi daya tarik tersendiri. Tanpa campuran gula dan tanpa proses industri besar, Madu Kaum mempertahankan cara produksi alami melalui komunitas petani madu lokal di Kalimantan Selatan.

 

Keluarga Vera saat mengunjungi Warung Katupat Kandangan “Kaum”, yang menjadi home made Madu Kaum. (Foto – Husni Naparin).

Husni Naparin, pemilik Warung Kaum sekaligus penggagas Madu Kaum, mengaku bersyukur produknya bisa diterima hingga luar negeri. Ia menyebut, pengiriman pertama ke Turki ini berawal dari permintaan keluarga diaspora Banjar yang tinggal di sana.

“Kami bersyukur sekali. Awalnya cuma kirim untuk keluarga, tapi ternyata banyak teman mereka di Turki yang ikut suka. Ini jadi semangat baru bagi kami untuk terus menjaga kualitas madu hutan Kalimantan,” tutur Husni pria bergelar Doktor dan Dosen UIN Antasari Banjarmasin.

Husni menambahkan, keberhasilan ini bukan semata soal bisnis, tetapi tentang memperkenalkan kekayaan alam Kalimantan ke dunia. Ia berharap Madu Kaum bisa menjadi simbol produk lokal yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisi.

 

Hafiz adiknya Husien saat mengunjungi kampung halaman ibunya di Banjarmasin.

“Kami ingin masyarakat tahu, dari hutan-hutan Kalimantan yang lestari, lahir madu alami yang bisa dinikmati sampai ke benua lain. Ini bukan cuma madu, tapi rasa dari bumi Banua,” ujarnya penuh semangat.

Kini, unggahan tentang Husien yang menikmati Madu Kaum mulai ramai dibagikan di media sosial. Warganet mengapresiasi bagaimana produk rumahan dari Banjarmasin bisa membawa rasa manis dan kebanggaan Indonesia hingga ke meja makan keluarga di Turki.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!