Menyulam Keindahan Pariwisata dengan Gerakan Wisata Bersih

1
LUDYA OKE SEKALI

Penulis saat mengunjungi salah satu kawasan destinasi wisata di Indonesia. (Foto-Koleksi Pribadi).

Oleh : Made Ludya

Ada yang istimewa setiap kali kita memperingati Hari Pariwisata Dunia. Rasanya seperti diingatkan kembali, bahwa pariwisata bukan sekadar soal perjalanan, destinasi, atau deretan foto indah di media sosial. Lebih dari itu, pariwisata adalah soal perasaan. Tentang bagaimana sebuah tempat bisa membuat kita betah, tersenyum, bahkan ingin kembali. Dan di balik rasa itu, ada banyak tangan yang bekerja diam-diam, membersihkan jalan setapak, menjaga pepohonan tetap rindang, hingga memastikan udara yang kita hirup tetap segar.

Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menggelar Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan wisata hutan pinus. Bagi sebagian orang, kegiatan bersih-bersih mungkin terdengar sederhana. Hanya memungut sampah, hanya menyapu dedaunan, hanya merapikan sudut-sudut yang berantakan. Tetapi, justru dari “hanya” itulah lahir kenyamanan yang membuat wisatawan merasa dihargai.

Pariwisata dan Rasa Nyaman

Sejujurnya, ketika kita bepergian, hal yang kita cari bukan hanya pemandangan indah. Kita juga mencari kenyamanan dan rasa sehat. Bayangkan saja, betapa menyenangkannya berjalan di antara pohon pinus yang menjulang, udara sejuk menyapa wajah, tanpa terganggu oleh sampah plastik yang berserakan. Rasa nyaman itu tidak bisa dibeli dengan tiket mahal, tapi harus dijaga bersama oleh pengelola, masyarakat, dan wisatawan itu sendiri.

Gerakan Wisata Bersih memberi pesan sederhana tapi kuat, pariwisata yang sehat lahir dari lingkungan yang bersih. Dunia bisa bicara tentang sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan, tapi akar dari semua itu tetap sama,kepedulian pada lingkungan sekitar.

Indonesia dan Kalimantan Selatan, Potensi Besar yang Harus Dijaga Indonesia adalah negeri dengan ribuan destinasi, dari puncak gunung hingga dasar laut. Kalimantan Selatan sendiri punya pesona yang tak kalah memikat—hutan pinus Banjarbaru, Loksado dengan bambu rafting-nya, hingga Pasar Terapung di Banjarmasin yang melegenda. Tetapi potensi sebesar apa pun akan meredup bila lingkungan tidak terjaga.

 

Penulis bersama sejumlah perempuan penggiat pariwisata nasional, saat menggelar aksi bersih-bersih di salah satu kawasan destinasi wisata.

Data UNWTO (United Nations World Tourism Organization) menunjukkan bahwa wisatawan global kini semakin peduli pada eco-tourism dan keberlanjutan. Mereka tidak hanya ingin berlibur, tetapi juga ingin tahu apakah destinasi yang mereka datangi ramah lingkungan. Dalam konteks ini, gerakan sederhana seperti GWB di Banjarbaru bisa menjadi simbol bahwa Kalimantan Selatan serius menjaga pariwisatanya.

Sebagai seorang perempuan, saya sering merasa ada kedekatan emosional antara merawat rumah dengan merawat destinasi wisata. Rumah yang bersih membuat keluarga betah, begitu pula destinasi yang bersih membuat wisatawan betah. Gerakan Wisata Bersih seolah mengajarkan kita: merawat lingkungan pariwisata sama seperti merawat ruang tamu yang akan menyambut tamu. Bedanya, tamu itu bukan hanya sahabat atau kerabat, tetapi juga wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Dan bukankah ada kebanggaan tersendiri bila wisatawan itu pulang membawa cerita indah, lalu menyampaikannya kepada dunia?

Menyulam Harapan ke Depan

Hari Pariwisata Dunia tahun ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk menyulam harapan. Bahwa pariwisata Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan, bisa tumbuh bukan hanya karena alamnya indah, tetapi juga karena lingkungannya bersih, sehat, dan ramah.

Gerakan Wisata Bersih di hutan pinus Banjarbaru hanyalah permulaan. Ke depan, ia bisa menjadi inspirasi untuk gerakan serupa di pasar terapung, di pantai-pantai Tanah Laut, atau bahkan di kawasan wisata budaya. Bayangkan jika setiap destinasi punya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan. Maka pariwisata kita akan benar-benar menjadi rumah bersama yang nyaman, sehat, dan berkesan.

Penulis adalah Penggiat Pariwisata Nasional dan Wakil Ketua ASPPI DPD Kalsel

 

 

 

1 thought on “Menyulam Keindahan Pariwisata dengan Gerakan Wisata Bersih”

  1. Kereeeeeeeeenn, destinasi wisata recomended#wonderful KalSel 🥰
    Dengan pesona yg luar biasa, suksessss buat smua 🤲🥰Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!