Merawat Sungai, Merawat Jantung Kota Banjarmasin
Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah.(Foto - Dok Diskominfotik Banjarmasin).
Aksi Nyata Sambut Hari Jadi Banjarmasin Bersama Diskominfotik
Tahukah kita ternyata sungai bukan sekadar aliran air. Di Kota Banjarmasin, ia adalah urat nadi kehidupan, cermin budaya, dan denyut jantung yang telah berdetak selama berabad-abad. Namun, di tengah gempuran modernisasi, sungai-sungai ini seringkali terbebani oleh limbah dan sampah yang mengancam identitasnya.
Ini pul yang membuat, Senin (22/09/2025) pagi, sebuah pemandangan menyentuh hati terbentang di sepanjang Jalan A. Yani Km 3 Banjarmasin. Di sana, di depan Kantor RRI Banjarmasin, ratusan orang bersatu dalam sebuah gerakan kolektif. Dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, bersama jajaran Pemerintah Kota, TNI, dan TNI Angkatan Laut, mereka turun ke sungai.
Mereka tidak datang untuk berpidato, melainkan untuk membuktikan komitmen dengan aksi nyata membersihkan sampah yang mengotori aliran air.
Aksi ini bukan kebetulan. Ia adalah bagian dari perayaan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Laut, sekaligus mendukung gerakan global World Cleanup Day 2025.

Para pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, dengan seragam kaos merah putihnya, terlihat kompak berbaur bersama relawan dan aparat. Dengan perlengkapan sederhana, mereka menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah.
Kepala Diskominfotik, Windiasti Kartika, S.T., M.T., menegaskan esensi dari kegiatan ini.
“Menjaga sungai berarti menjaga identitas dan kehidupan masyarakat Banjarmasin,” ungkapnya.
Ia berharap, aksi nyata ini dapat menjadi percikan yang menumbuhkan kesadaran kolektif, bahwa sungai yang bersih adalah fondasi bagi kota yang indah dan warganya yang sejahtera.
Melalui kerja bakti ini, Banjarmasin tidak hanya membuktikan dirinya sebagai kota yang terus melangkah maju, tetapi juga sebagai kota yang tak pernah lupa untuk kembali ke akarnya, merawat sungai yang telah menjadi saksi bisu perjalanannya. Aksi ini menjadi pengingat lembut bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, sebuah warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi.(Ridzky Husna).

