4 Kriteria Utama Most Inspiring Tourism Leader WIA 2025
Kemenpar Bidik Pemimpin Inovatif
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi mengumumkan empat kriteria utama yang akan menjadi tolok ukur dalam penilaian kategori “Most Inspiring Tourism Leader” di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada para kepala daerah—gubernur, bupati, dan wali kota—yang dianggap memiliki kepemimpinan luar biasa dalam memajukan sektor pariwisata di tingkat lokal hingga internasional.
Dalam “Sosialisasi WIA 2025” secara daring pada Rabu (17/09/2025), Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpar, Norman Sasono, menjelaskan bahwa penghargaan ini dirancang untuk mendorong kepemimpinan yang inspiratif dan transformatif.
“Kami memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang memiliki visi, strategi, dan pengaruh positif dalam memajukan sektor pariwisata,” ujar Norman.
Menurut Norman, iklim pariwisata terus berubah dan pemimpin daerah diharapkan dapat terus beradaptasi dengan tuntutan wisatawan yang semakin peduli pada prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Empat Kriteria Penilaian
Secara rinci, ruang lingkup penilaian kategori “Most Inspiring Tourism Leader” mencakup empat komponen utama:
Akuntabilitas Kinerja: Menilai keberhasilan pemerintah daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan program dan kegiatan pariwisata. Penilaian akan fokus pada keberpihakan terhadap pariwisata berkelanjutan.
Dampak Positif: Mengukur efek pariwisata terhadap perekonomian daerah, baik bagi wisatawan, masyarakat, maupun lingkungan. Kriteria ini melihat bagaimana pariwisata dapat memberikan manfaat luas secara terukur.
Kolaborasi Pentahelix: Menilai kerja sama yang dibangun antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media. Jaringan yang kuat dan program kolaboratif yang terbukti akan menjadi fokus utama.
Aksi dan Inovasi Nyata: Menilai aksi konkret dan inovasi dalam program pariwisata yang telah dilaksanakan dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, lingkungan, alam, budaya, dan daerah.

Pemberian Penghargaan dan Rencana ke Depan
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam peluncuran WIA 2025 sebelumnya mengatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya ajang apresiasi.
“Wajah pariwisata global terus berubah. Wisatawan kini menuntut pengalaman yang lebih utuh, dari sisi kebersihan, keselamatan, pelayanan yang konsisten, hingga tanggung jawab lingkungan,” katanya.
Periode pengusulan akan dibuka hingga 17 Oktober 2025. Selanjutnya, proses penilaian dan verifikasi data akan dilakukan pada Oktober hingga November, dengan malam penganugerahan direncanakan pada Desember 2025. Norman mengajak semua pihak untuk bersama mendukung dan mendorong lahirnya para pemimpin terbaik di sektor pariwisata Indonesia. (Fikri Husaini-Risanta).

