Indonesia Bawa Rumah Makan Padang di MATTA Fair Malaysia
Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam consumer fair pariwisata terbesar di Malaysia, MATTA Fair 2025 di Kuala Lumpur.( Foto - Biro Komunikasi Kemenpar).
Di tengah hiruk-pikuk keramaian MATTA Fair 2025, aroma rempah khas Minang menyeruak, memikat setiap pengunjung yang melintas. Sebuah paviliun berwarna-warni berdiri mencolok, bukan hanya menawarkan paket liburan eksotis, tetapi juga sebuah pengalaman kuliner otentik Indonesia.
Melalui keikutsertaannya dalam pameran pariwisata terbesar di Malaysia ini, Indonesia kembali unjuk gigi dengan menghadirkan Rumah Makan Padang sebagai magnet utama.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa strategi ini dirancang khusus untuk menyentuh hati pasar Malaysia.
“Kami mengangkat tema ‘Wonderful Short Escape’ dengan etalase rumah makan Padang. Ini mempertimbangkan karakteristik wisatawan Malaysia yang gemar berlibur singkat di akhir pekan dan kecintaan mereka pada masakan khas Minang,” kata Made dalam keterangannya di Jakarta.
Paviliun Wonderful Indonesia tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengajak pengunjung menyelami kekayaan budaya Indonesia lebih dalam. Melalui kampanye #GoBeyondOrdinary, pengunjung diajak untuk menjelajahi keindahan alam sekaligus kekayaan budaya yang unik dan beragam. Berbagai permainan interaktif berbau gaya hidup urban, seperti tebak kata gaul, hingga kopi Nusantara dari Saturdays Coffee dan jamu modern dari Acaraki, turut memeriahkan suasana.

Sebanyak 19 pelaku industri pariwisata, mulai dari akomodasi hingga agen perjalanan dari berbagai wilayah, memenuhi paviliun seluas 144 m² tersebut. Para pengunjung yang melakukan transaksi juga berkesempatan mendapatkan berbagai voucher potongan harga dari brand-brand kenamaan Indonesia melalui wheels of fortune.
Menurut Made, data hingga Juni 2025 menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia sudah mencapai 1,2 juta orang, sebuah pencapaian yang mencerminkan minat yang tinggi.
“Meskipun demikian, angka kunjungan wisman Malaysia masih di bawah Thailand sebagai tujuan utama mereka,” ujarnya.
Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih keras untuk mempromosikan destinasi Indonesia agar masyarakat Malaysia terinspirasi dan menambah masa tinggalnya, tidak hanya pada saat libur akhir pekan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sebuah Networking Lunch yang didukung oleh KBRI Kuala Lumpur juga diadakan, menjadi ajang bagi pelaku industri pariwisata Indonesia dan Malaysia untuk mempererat kerja sama. Dalam acara tersebut, apresiasi khusus diberikan kepada Betawi Indonesian Cuisine Restaurant yang dinilai berhasil mempromosikan kuliner dan menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di Malaysia.(Risanta).
