Wonderful Indonesia Awards Bukan Sekadar Penghargaan
Menpar Sebut Gerakan Kolektif untuk Pariwisata Unggul dan Berkelanjutan
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, secara resmi meluncurkan Wonderful Indonesia Awards (WIA) sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para pelaku, pengelola, dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi nyata dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia. Acara kick-off ini digelar secara virtual dari Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Dalam sambutannya, Menteri Widiyanti menegaskan bahwa WIA 2025 lebih dari sekadar ajang penghargaan. Ini adalah cerminan perjalanan kolektif untuk membangun pariwisata yang lebih maju.
“Kami menyadari bahwa wajah pariwisata global terus berubah. Wisatawan kini menuntut pengalaman yang lebih utuh, mulai dari kebersihan, keselamatan, pelayanan yang konsisten, hingga tanggung jawab lingkungan,” ujarnya.
Program WIA dirancang khusus untuk menjawab tantangan tersebut, berlandaskan tiga prinsip utama: kualitas, keberlanjutan, dan kolaborasi. Penghargaan ini mencakup beragam aspek, dari kepemimpinan dan destinasi hingga tata kelola acara dan investasi. Setiap kategori tidak hanya memberikan pengakuan, tetapi juga menjadi referensi standar baru yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.

Menteri Widiyanti berharap WIA dapat menjadi jembatan antara inisiatif yang sudah ada, seperti penguatan desa wisata, dengan kebutuhan baru industri pariwisata, yaitu transisi hijau dan pemerataan ekonomi.
“Setiap penghargaan kita harapkan menjadi pemicu tindakan nyata: desa wisata yang lebih tertata, atraksi yang bertanggung jawab, hotel dan homestay ramah lingkungan, toilet bersih sebagai tolok ukur layanan, serta industri event yang kreatif dan berstandar internasional,” tegasnya.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menambahkan bahwa kick-off ini dihadiri oleh 38 gubernur, 514 bupati/walikota, serta perwakilan mitra strategis dari seluruh Indonesia, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
“Wonderful Indonesia Awards tahun ini memiliki 10 kategori penghargaan, termasuk desa wisata, daya tarik wisata, pokdarwis, toilet bersih, green hotel, tokoh inspiratif, local hero, tokoh kunci industri event, green event, dan penghargaan untuk mitra-mitra kolaborasi,” kata Hariyanto.
Menurutnya, keberagaman kategori ini membuktikan bahwa pariwisata adalah gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan mitra strategis lainnya.
“Kami ingin memastikan bahwa ajang ini bukan sekadar penghargaan, tetapi momentum untuk memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pariwisata.(Olpah Sari).
