‘Sabang Merauke’ Jadi Napas Kreatif yang Menguatkan Bangsa
Di bawah sorotan lampu panggung, "Sabang Merauke" menjadi cermin hidup dari kekayaan Nusantara. (Foto-Biro Komunikasi Kementerian Ekraf).
Karya Lintas Batas, Persatuan Tanpa Sekat Bukti Otentik Kreativitas
Di jantung ibu kota, sebuah simfoni persatuan bergaung dari panggung megah Indonesia Arena. Pagelaran “Sabang Merauke” bukanlah sekadar tontonan seni, melainkan sebuah manifestasi nyata dari Bhinneka Tunggal Ika, yang merangkai ribuan perbedaan menjadi satu mahakarya indah. Lebih dari 1.500 seniman, dari ujung Aceh hingga Papua, bersatu dalam pentas akbar yang membuktikan bahwa kreativitas adalah perekat terkuat bagi jiwa bangsa.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut pagelaran yang digagas oleh iForte dan BCA ini sebagai momentum kebanggaan yang menginspirasi.
“Karya ini adalah bukti otentik bagaimana para pegiat kreatif bisa bersatu. Pesan pentingnya, kita tidak boleh terpecah belah. Kita harus saling menguatkan dalam perbedaan, karena itulah kekuatan unik Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Harmoni Tradisi dan Kekuatan Kolaborasi
Di bawah sorotan lampu panggung, “Sabang Merauke” menjadi cermin hidup dari kekayaan Nusantara. Alunan musik tradisional berpadu dengan aransemen modern, tarian klasik berdialog dengan gerak kontemporer, sementara busana etnik nasional menjadi kanvas yang bercerita. Dari kisah rakyat seperti Yuyu Kangkang dan Malin Kundang, hingga lantunan “Mahadewi” yang dibawakan PADI Reborn, setiap detik pertunjukan adalah perayaan atas keberagaman.
Kekuatan musikal Jakarta Concert Orchestra dan paduan suara ternama mengiringi setiap babak, menciptakan lanskap sonik yang megah. Namun, keindahan sejati tidak hanya ada di panggung. Ketika ribuan penonton yang memadati arena mengenakan wastra Nusantara dan bersama-sama menari Lulo, kebersamaan itu menjadi nyata. Di sana, sekat-sekat geografis dan perbedaan luntur, menyisakan hanya rasa bangga sebagai satu bangsa.

Misi Besar di Balik Panggung Seni
Bagi Kementerian Ekraf, “Sabang Merauke” adalah lebih dari sekadar pentas seni, melainkan sebuah model strategis. Melalui pendekatan kolaborasi hexahelix, yang menyatukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat, seni dan budaya kini dipandang sebagai the new engine of growth yang tidak hanya memperkaya identitas nasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam setiap tarian dan lagu yang ditampilkan, ada pesan tersembunyi yang mengalir kuat, Indonesia adalah bangsa yang berani memadukan masa lalu dengan masa depan. Seluruh rangkaian acara ini adalah simbol bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk terus berkarya, menginspirasi dunia, dan menegaskan persatuan di tengah pusaran zaman.
“Seluruh rangkaian memberikan pengalaman seni yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan lintas generasi,” pungkas Wamen Ekraf.(Olpah Sari).

